Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Bencana longsor melanda dua Desa di Kecamatan Sawan, Sabtu (06/02/2021) sekitar pukul 04.00 WITA dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun diduga kerugian yang dialami oleh warga mencapai ratusan juta.

Salah satu warga bernama Kadek Sariada,36, yang terkena imbas dari kejadian senderan longsor di Dusun Lebah, Desa Sekumpul menuturkan, saat itu dirinya bersama keluarga sedang tidur lelap di dalam rumah yang tepat berada dibawah senderan yang longsor. Kemudian sekitar pukul 02.00 WITA dini hari Ia mendengar suara seperti ada yang ambruk.

Sontak ia bersama keluarga terbangun langsung keluar kamar, ternyata betapa terkejutnya ia setelah senderan milik Ketut Mantra sudah roboh menimpa pagar rumah sepanjang 25 meter miliknya serta sebuah pohon mangga menimpa tempat sembahyang keluarga (Kemulan).

Namun ia sedikit bisa menghela nafas dari peristiwa itu hanya membuat ujung palinggih taksunya copot sedikit. Sehingga dari kejadian itu kerugian ditafsirkan sekitar 25 juta.

“ Saya dengan keluarga pas sedang tidur lelap kemudian terdengar suara roboh disebelah rumah saat itu pula bangun, benar saja, pagar dan sanggah kemulan sudah tertimpa material longsor,” jelasnya saat ditemui langsung di lokasi kejadian, Sabtu (06/02/2021).

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Sementara itu pemilik senderan Ketut Mantra,75, mengatakan, sebelum kejadian itu dia sedang tidur lelap kemudian karena cuaca saat itu hujan didampingi petir. Tidak sengaja dirinya mendengar suara seperti ada yang ambruk.

Maka ia kemudian keluar mengecek hal tersebut, ternyata didapati tiang listrik yang ada disebelah rumahnya sudah tumbang, disusul beberapa saat kemudian senderan setinggi 20 meter dengan pola terasering dan baru selesai sekitar empat bulan sebelumnya telah jebol.

“Senderan ini saya bangun bertahap kurang lebih sekarang karena ambruk kerugian saya sekitar Rp70 jutaan, sebelumnya tidak pernah ada kejadian longsor seperti sekarang,” tuturnya.

Berikutnya peristiwa longsor juga terjadi di Dusun Lemaya, Desa Lemukih. Di lokasi ini longsor juga terjadi di senderan dengan lebar 6 meter serta tinggi 10 meter milik Nengah Ariaman,53. Namun peristiwa itu hanya membuat akses jalan desa sempat tertutup sementara.

Ariawan mengatakan, sebelum terjadi peristiwa itu ia sempat berencana membangun rumah yang akan digarap tahun ini. Namun karena kejadian itu yang terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dini hari, ia akan memindahkan lokasi tersebut agar nantinya tidak terjadi lagi hal yang sama.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

“Ia kejadian terjadi sekitar jam 3 pagi senderan sudah roboh, kalau rugi perkiraan sekitar 25 juta,” terangnya.

Disisi lain Camat Sawan I Gusti Putu Ngurah Mastika yang turun langsung ke lokasi mengatakan, memang dua Desa terjadi tanah longsor, akan tetapi yang terparah ada di Dusun Lebah, Desa Sekumpul.

Kemudian saat ini warga masih melakukan pembersihan material yang menutup akses jalan antar dusun yang digunakan warga menuju ke desa atau keluar desa.

Ia bahkan menghimbau warga agar selalu waspada sekaligus melihat situasi alam. Dengan begitu apabila nantinya sudah merasa kurang baik maka pihaknya menyarankan agar mencari lokasi aman atau memilih mengungsi ke tempat yang dirasa lebih aman.

“Kalau memang ada hal-hal yang rasanya kurang baik silahkan mulai mengungsi atau pindah sementara dari lokasi yang kiranya bisa kemungkinan terjadi bencana,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular