Mahayastra Gugah Spirit Pemuda dengan Sang Ibu Dagang Kopi

Acara KNPI, Bincang Bersama Calon Bupati dan Wakil Bupati

- Advertisement -
- Advertisement -

Gianyar, balipuspanews.com – Calon Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menggugah spirit pemuda dan pemudi Gianyar agar senantiasa gigih dalam menghadapi hidup, seperti perjalanan karir politik yang dirinya alami dalam asuhan sang Ibu yang berjualan kopi bisa meniti karir dalam bidang politik.

“Saya lahir dari keluarga sederhana dan terhimpit kemiskinan, bapak saya seorang guru dimana pada tahun 1992 kondisi guru dengan gaji pas-pasan dan ibu saya seorang ibu rumah tangga berjualan kopi, tahu, tempe, bubur kacang hijau untuk bisa menyekolahkan saya,” kata Calon Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra berpasangan dengan Anak Agung Mayun (AMAN) nomor urut 2 menceritakan pengalaman hidupnya di hadapan para pemuda dan pemudi saat acara alias Cok Ibah dalam acara bincang bersama Calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar “Ruang Pemuda” yang diselenggarakan oleh KNPI Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Jumat (6/3).

Kendatidemikian adanya, Mahayastra yang sempat menjadi Ketua Muda Mudi di wilayahnya ini tidak menyerah masuk partai politik yang sudah menjadi pilihannya tetap ditekuni sehingga bisa menghantarkan dirinya menjadi Ketua DPRD Gianyar sebanyak dua kali, Wakil Bupati Gianyar dan Calon Bupati Gianyar.

BACA :  ‎Mantan Pecandu Narkoba di Buleleng Dapat Bantuan Kewirausahaan Agar Lebih Produktif

Jadi, pada prinsipnya Mahayastra mengajak para pemuda-pemudia untuk tidak takut berpolitik, dengan semangat sumpah pemuda kemerdekaan bangsa Indonesia mesti diisi oleh pemuda.

“Jatah –jatah pemimpin ke depan ada ditangan pemuda dan pemudi Gianyar,” jelasnya.

Disisi lain, Mahayastra yang hadir didampingi pasangannya Anak Agung Mayun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KNPI Gianyar.

“Ini acara pertama kali ada di Gianyar, dimana hal politik pemuda kita tidak takut mengundang paslon, minimal kita kenal, kita dekat dan mengerti akan latar belakang kita ,” ujarnya.

Pihaknya sangat berbahagia dengan kegiatan ini, mudah –mudahan ke depan pada hajatan Pilpres, ada giat dan tampil untuk memberikan pencerahan politik agar menambah kedewasaan berpolitik utamanya kepada para pemuda.

“ Pada tahun 2019, dari 190 Juta pemilih, sebanyak 110 juta adalah pemilih milenia, dan pemilih milenia itu ada ditangan pemuda,” jelasnya.

Kedepannya, sudah tidak perlu lagi kampanye “gradag grudug”, semua mesti terkonsep serta disampaikan melalui IT.

Yang pasti soal presentase keterpihakannya kepada pemuda, jelas Mahayastra pihaknya sudah berkomitmen bersama pemuda membangun Gianyar.

BACA :  Petugas Kebersihan Temukan Orok di Sungai Shortcut, Jenis Kelamin Laki-laki

“Kita akan memberikan ruang kepada pemuda untuk berinovasi dan berkreasi, setelah ada programnya baru kita susul dengan anggaran,” ujarnya..

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular