DENPASAR, balipuspanews.com- Anggota DPD RI asal Bali Made Mangku Pastika mendorong PT. Jamkrida Bali untuk mampu memberi jaminan terhadap proyek-proyek berskala Nasional di Bali.
Pernyataan tersebut terkuak saat dirinya melakukan reses atau menyerap aspirasi rakyat di kantor PT. Jaminan Perkreditan Daerah (Jamkrida) Bali Mandara, Selasa (10/3/2020).
Mangku Pastika mengatakan, dirinya gembira dengan berkembang pesatnya Jamkrida Bali Mandara (JBM) dan memiliki multi player efek yang dapat dirasakan masyarakat Bali dalam penjaminan kredit dalam menjalankan usahanya.
“ Saya baru pertama kesini, dulu saat peresmiannya saya berhalangan. Jamkrida sangat dirasakan oleh kalangan UMKM, banyak klien yang dulunya tidak mampu menembus Perbankan karena masalah agunan yang tidak terpenuhi oleh UMKM, yang sangat merugikan, akhirnya dengan adanya JBM pelaku UMKM bisa tercover,” jelas Mantan Kapolda Bali usai pertemuan.
Disebut Pastika, Jamkrida yang secara perlahan tapi pasti bergerak mampu meningkatkan perekonomian rakyat, bahkan sekarang Jamkrida bisa melakukan penjaminan proyek pemerintah yang berskala Nasional.
“ Kalau dahulu menggunakan lembaga penjamin lain. Kalau sekarang dengan Jamkrida, duitnya pemda, akhirnya masuk ke kas daerah, ini dulu pemikirannya (saat menjabat Gubernur red) dari saku kanan ke saku kiri,” imbuhnya.
Lembaga yang diresmikan pada tahun 2011 ini ternyata berdampak pula terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali yang dulunya pada tahun 2008 sebesar 1,4 triliun menjadi 6,6 triliun pada tahun 2018. Dirinya melihat, segala sumber dimanfaatkan untuk menambah kas ke kantong daerah.
Nah, dengan kedatangan ke (JBM) ini pihaknya banyak mendapat informasi terkait proyek nasional yang bisa digarap oleh JBM yang bisa membantu kontraktor di Bali untuk menjadi penjamin, disamping didorong untuk penambahan modalnya.
“ Kalau dulu proyek sebesar 13M bisa dijamin JBM, namun sekarang minimal 50, bisa sih korsosium dengan pihak lain,” tandas Pastika.
Sementara Direktur Utama PT. Jamkrida Bali Mandara I Ketut Widiana Karya mengatakan, tujuan awal didirkan JBM ini adalah untuk memberikan penjaainan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa memberikan kesempatan kerja pada UMKM.
Terkait Proyek nasional, dirinya menjelaskan bahwa ada mekanisme yang harus dipenuhi sebagai prasyarat untuk ikut dalam penjaminan proyek-proyek nasional.
“ Sebenarnya diusia 9 tahun, wajib direting, sudah cukup mengambil proyek itu, kondisi ini sangat layak mengambil itu, disamping untuk komunikasi dengan pihak Kementerian PU,” ungkapnya.
Namun, kendala saat ini, selain modal yang perlu ditambah, harus juga terdaftar di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan yang tidak kalah penting adalah memiliki ijin.
Dalam langkah cepar dan tepat, dirinya juga akan mengikuti sesuai arahan, agar permohonan itu akan dilakukan dalam waktu dekat, diperkirakan pertengahan tahun akan diajukan untuk memohon ke PUPR.
“ Kapasitas menjamin proyek nasional, sebesar 13 M, dengan jalan konsorsium atau kerja sama pihak lain. Karena ini sudah nyata di depan mata akan segera digarap,”jelasnya
Untuk diketahui, jumlah modal yang dimiliki PT. JBM sekarang ini berjumalah sekitar 132,7 miliar rupiah. Dirinya berharap agar permodalan bisa ditambah lagi agar bisa memenuhi penjaminan dalam proyel nasional yang berskala besar. (bud/tim/bpn)



