Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri (foto: Ist)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri (foto: Ist)
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Dalam sambutan pembukaan Kongres ke-5 PDIP, ketua umum Megawati Soekarno Putri mengajak Seluruh kader, simpatisan dan elit partai PDPI untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dan tidak menjadikan Pemilu alat pemecah persatuan Bangsa.

Ketua Umun (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri mengatakan, berdasarkan kajian pusat analisa pengendali partai, PDIP melihatkan terjadi fenomena disintegrasi secara sistematis.
Pemilu 2019 menjadi fenomena yang hampir saja mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa, bagi PDIP isu serius yang tidak bisa dipungkiri, tidak boleh diabaikan oleh partai PDIP.

“Memiliki kesatuan penuh, dimana kesatuan dan kesatuan merupakan syarat mutlak, tidak ada kebaikan tercapai jika terjadi perpecahan atau “Perang Saudara”. tegasnya saat pembukaan pidato Politik pada  Kongres ke-5 di Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8) yang bertemakan “Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya”.

Megawati Soekarno Putri akrab disapa Mega, atas pertimbangan tersebut, sebagai ketua umum (Ketum)  yang mempunyai hak prerogatif, melihat fenomena seperti ini, pihaknya  mempercepat kongres partai. Sebagai sikap dan langkah strategi, hal ini dilakukan untuk mencegah disintegrasi, pasalnya fenomena ini akan diputuskan dalam rapat tertinggi di institusi partai yang disebut Kongres.

Fenomenana ini, membuat pimpinan Partai moncong putih secara pribadi melakukan perenungan mendalam atas fenomena disintegrasi.

“Sehingga saya ingat pesan Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1954. Saya kutip dan jangan pemilu menjadi akar pertempuran politik hingga membahayakan keutuhan bangsa, gejala pertentangan karangnya semangat muncul, bahwa tanpa informasi demokrasi itu penjelmaan toleransi,”  imbuh Mega.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada para kader PDIP, agar meresapi kata Bung Karno, demokrasi tidak dapat dipisahkan dalam berpolitik.

Demokrasi pancasila yang dicita-citakan akan musnah, kekuatan bangsa musnah dan kejayaan gotong royong hanya tinggal teror anarki dan kekacauan. (bud/bpn/tim).