Memaknai Nilai-nilai Kepahlawanan Saat Ini

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Membangun karakter kepahlawanan dengan nilai-nilai kepahlawanan di dalamnya seperti sikap rela berkorban, rasa tanggung jawab, cinta tanah air, bergotong-royong dan tolong menolong serta peduli terhadap sesama dengan mengutamakan kepentingan orang banyak menjadi suatu keharusan dan keniscayaan.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, nilai-nilai kepahlawanan yang diwujudkan dalam sikap dan perbuatan dapat menjadi obat mujarab selain vaksinasi yang secara fisik memang ditujukan untuk menangkal Covid-19 melalui kekebalan tubuh.

Nilai-nilai kepahlawan itu yang secara terus menerus digaungkan MPR RI. Agar ke depan, manusia Indonesia terutama generasi muda menjadi generasi yang memiliki karakter kepahlawanan.

Seperti diucap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pada Kongres Kebangsaan MPR RI yang peringatannya selalu dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Menurutnya, kemampuan mempertahankan dan membangun peradaban sangat dipengaruhi oleh kemampuan setiap negara untuk belajar dari masa lalu, dan melakukan adaptasi serta inovasi untuk masa depan.

“Namun jauh lebih penting dari itu, adalah kemauan untuk membangun jatidiri dan karakter kebangsaan, sebagai landasan fundamental agar tidak mudah limbung oleh turbulensi peradaban. Disinilah letak dasar fundamental dari urgensi membangun peradaban dalam paradigma Pancasila,” kata Bamsoet.

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana

Bila penekanannya adalah ‘kemauan’, maka yang sangat dituntut adalah proses membangun jatidiri dan karakter melalui nilai-nilai kepahlawanan yang harus tertancap kuat. Dari kesadaran tinggi tiap-tiap individu itulah diharapkan berkembang menjadi komunitas, hingga kesatuan dalam sebuah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam konteks ini, Bamsoet mengingatkan sehebat apapun peradaban sebuah negara tidak akan kebal terhadap potensi kerentanan akibat benturan banyaknya faktor yang menghantam peradaban masyarakatnya. Namun, faktor-faktor penghambat itu bisa ditamengi dengan individu yang ‘berjiwa Indonesia’.

Bamsoet mencontoh, bagaimana masyarakat dunia dibuat terhenyak ketika mendengar bahwa saat ini Amerika Serikat memiliki tanggungan hutang sebesar Rp 404 ribu triliun, yang berpotensi mengancam terhentinya roda pemerintahan (government shutdown), potensi gagal bayar (default) hingga krisis finansial. Sejak 1976, negara adikuasi itu tercatat pernah mengalami penutupan pemerintahan sebanyak 20 kali.

Jelaslah tergambar di sini bahwa pembangunan Indonesia haruslah dilakukan oleh warga negara Indonesia yang ‘berjiwa Indonesia’. Sebab, pelaku pembangunan secara material bisa saja dilakukan oleh orang Indonesia tetapi ‘tidak berjiwa Indonesia’.

BACA :  113 Ribu Warga Alami Gangguan Pernapasan, DPR Desak Pemerintah Jadikan Karhutla Darurat Kesehatan

Bila itu terjadi maka sangat mungkin kemegahan pembangunan yang terjadi serta merta bisa hancur karena tidak disokong oleh mental yang berkarakter kepahlawanan.

Bangunan yang terlihat dibuat kokoh karena diklaim mampu bertahanan 100 tahun, sangat mungkin roboh hanya dalam hitungan bulan. Karena ketika bangunan tersebut dibangun tanpa dilandasi kesadaran tinggi bahwa membangun gedung adalah untuk membangun peradaban Indonesia, bukan membangun pundi kekayaan pribadi.

Sangat tepat apabila perjuangan yang kita lakukan bisa disesuaikan dengan lahan pengabdian masing-masing yang prosesnya dilandasi dari nilai-nilai kepahlawanan.

Sehingga peradaban sebuah negara yang diklaim Bamsoet ‘tidak akan kebal’ terhadap potensi kerentanan karena benturan banyaknya faktor, bisa diatasi dengan suntikan vaksin ‘nilai-nilai kepahlawan’.

Harapannya, bangsa ini akan memiliki ‘herd immunity’ peradaban tinggi dalam membangun bangsa dan negaranya. Tugas dan tanggungjawab itu bukan terletak pada MPR RI maupun pemerintah, tetapi menjadi tugas semua pihak, tugas bersama yang bisa dimulai dari sikap dan perbuatan kecil dan ringan keseharian.

Yaitu menanamkan dalam diri pada tiap pikiran dan tindakan kita nilai-nilai kepahlawanan.

BACA :  Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Ketua DPR Ingatkan Prioritas Pencarian dan Penyelamatan Korban

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular