BADUNG, balipuspanews.com – Pada hari Jumat tanggal 6 September 2019, Desa Mambal kembali bergerak dalam acara Badung Bersih tahun 2019 dengan tema “Mambal Siap ( GERTAK ) Gerakan Serentak” berlokasi di Balai Subak Desa Mambal. Dalam rangkaian acara bersih-bersih ini Desa Mambal didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Desa Mambal, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ), Gagasan Pemuda Bali ( GADA Bali ), Desaku Bersih, Bersih-Bersih Bali, dan Gerakan Olah Plastik ( GO Plastik ).
Hadir pula elemen masyarakat yang terdiri dari, Karang Taruna Desa Mambal, Relawan Tukad Bindu Komunitas Sungai dari Bandung, Mahasiswa KKN Universitas Warmadewa, Trash Hero dan masyarakat Desa Mambal yang hadir.
Acara ini langsung dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Badung yang diwakili oleh Sekretaris Perhubungan Kabupaten Badung Drs. I Nyoman Wirayudha dan disaksikan juga oleh Perbekel Desa Mambal, Ketua BPD beserta anggota Dishub Kabupaten Badung dan Bendesa Adat. Acara Dilanjutkan dengan pemungutan sampah di sekitaran wilayah Desa Mambal oleh seluruh elemen masyarakat.
Dalam acara bersih-bersih ini, sampah plastik merupakan sesuatu yang cukup fundamental untuk dibahas, karena sampah plastik merupakan sampah yang cukup mengganggu kelangsungan ekosistem dunia yang membutuhkan waktu lama untuk terurai, kurang lebih membutuhkan waktu 100 tahun agar dapat terurai secara alami oleh alam. Menurut data tahun 2018 yang didapat dari Detik.com, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar ke 2 di Dunia dan ini juga merupakan persoalan bersama yang harus kita selesaikan sebagai masyarakat dunia khususnya Indoneisa secara kolektif.
Kegiatan bersih-bersih ini juga memantik semangat rekan-rekan komunitas GADA Bali yang hadir diantaranya Pembina GADA Bali I Gede Adi Putra & Dewa Hendrawan, Ketua I Gusti Putu Putra Mahardika yang juga sebagai Duta Hijau Terpilih Provinsi Bali, Wakil Ketua Arya Gangga, Sekretaris Riza Pratiwi, Bidang Humas Sobri dan Anggota GADA Lainnya.
GADA Bali sebagai salah satu komunitas Sosial Lingkungan yang mendukung acara ini juga memfasilitasi kegiatan ini dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Dewa Hendrawan selaku Founder GO Plastik, Dewa juga menawarkan sebuah solusi yang dapat digunakan oleh masyarakat Mambal tentang bagaimana cara mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar berkategori minyak tanah, dan ini juga sudah dipraktekan langsung oleh Dewa Hendrawan dihadapan masyarakat tentang proses pengolahan sampah plasik menjadi bahan bakar dengan menggunakan 1 kg sampah plastik yang dapat menghasilkan kurang lebih 600 ml bahan bakar minyak tanah siap pakai.
Hal ini merupakan solusi alternatif untuk saat ini yang dapat digunakan sebagai obat tentang kebingungan masyarakat untuk sekiranya mengetahui bahwa sudah ada alat atau mesin yang dinamakan oleh Dewa Hendrawan sebagai mesin pirolisis yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak tanah siap pakai.
Dalam dialog materi yang dipaparkan oleh Dewa Hendrawan, masyarakat pun antusias untuk melihat dan bertanya tentang bagaimana proses pengolahan ini, dari bahan, biaya, dan keamanan penggunaan mesin ini. Dewa Hendrawan pun menegaskan bahwa dirinya sudah melakukan riset selama 3 tahun untuk menyempurnakan mesin ini agar dapat digunakan dengan aman oleh kalangan masyarakat, bahkan dirinya menawarkan untuk siap membantu melatih masyarakat dalam proses pembuatan mesin pirolisis ini jika masyarakat berminat memiliki mesin ini dengan kemampuan yang dimiliki masyarakat.
Ketua GADA Bali I Gusti Putu Putra Mahardika sebagai Duta Hijau Bali Provinsi Bali yang didampingi Pembina I Gede Adi Putra & Dewa Hendrawan menegaskan bahwa komunitas GADA Bali ini akan selalu tetap konsisten memerangi sampah plastik dengan cara mengedukasi masyarakat agar dapat memberikan solusi-solusi terkait pengolahan sampah plastik yang diharapkan nantinya dapat mengurangi sampah-sampah plastik di Bali.
Wakil Ketua Arya Gangga Bersama Sekretaris Riza Pratiwi dan Bidang Humas Sobri yang juga merupakan aktivis muda yang bergerak di bidang sosial lingkungan, mengharapkan agar masyarakat Bali lebih bijak dalam penggunaan sampah plastik dan sama-sama bergerak bersama pemerintah untuk menuntaskan persoalan sampah plastik agar dapat menjaga keharmonisan dengan sekitar guna memenuhi ajaran Hindu yaitu Tri Hita Karana yang mengandung makna, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam.(rls/bpn/tim)





