Menpar Tegaskan Bali Tak Sepi, Capai 12,2 Juta Wiisatawan Periode Januari-November 2025

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membantah anggapan pariwisata Bali mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

Bantahan disampaikan Menpar Widiyanti sekaligus menjawab pertanyaan anggota Komisi VII DPR yang mengungkapkan adanya isu tentang sepinya pariwisata Bali.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi utama dengan jumlah kunjungan dalam peringkat tinggi sepanjang 2025.

“Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025,” ucap Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Widiyanti menjelaskan data kunjungan wisatawan per Januari hingga November 2025 itu dihitung menggunakan metode mobile positioning data (MPD). Yaitu metode berbasis sinyal telepon seluler dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas (DPP).

“Data yang telah terbit adalah data Januari hingga November 2025 menggunakan metode mobile positioning data atau MPD yang adalah metode berbasis sinyal telepon seluler di dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas,” ujarnya.

BACA :  BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Mutu Layanan JKN, Kepesertaan Capai 284,3 Juta

Data dari BPS tersebut memberi kepastian dari pertanyaan publik tentang Bali sepi dari wisatawan. lewat jejak data pergerakan, bukan sekadar asumsi.

Dari literasi menyebut, Mobile Positioning Data (MPD) merupakan salah satu upaya BPS untuk memanfaatkan big data untuk memperoleh data, khususnya dalam bidang pariwisata. Teknologi MPD dapat digunakan untuk menghitung kunjungan wisatawan mancanegara maupun memantau pergerakan wisatawan nusantara yang berjalan-jalan di dalam negeri maupun ke luar negeri hingga menghitung dampak ekonomi di destinasi wisata.

MPD dinilai bisa menghasilkan data yang valid, akurat dan real-time dalam pendistribusian data untuk menghitung pergerakan wisnus di Indonesia.

Menpar Widiyanti menyebut, dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang dipantau pemerintah, kawasan dengan jumlah kunjungan terbanyak adalah Lombok dan Gili Tramena.

“Di antara 10 DPP, terbanyak adalah Lombok Gili Tramena,” katanya.

Widiyanti juga menambahkan kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di tiga destinasi regeneratif yang paling dikenal dan memiliki konektivitas terbaik, sehingga menjadi pintu masuk utama wisatawan. Tiga destinasi regenetatif itu asalah Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau.

BACA :  Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

“Memang apabila kita lihat kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas karena memang ketiga destinasi ini adalah yang paling dikenal sekaligus memiliki konektivitas yang paling baik,” tegas Widiyanti.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular