DENPASAR, balipuspanews.com – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyetujui usulan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menunda penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung hingga November 2026.
Kebijakan ini diambil guna memberi waktu bagi Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.
Namun karena TPA Landih tak representatif dan memenuhi syarat, maka solusi terbaiknya Gubernur Koster bertemu Menteri LH dan meminta arahan untuk penundaan penutupan TPA Suwung.
“Setelah dicek ke TPA Landih Bangli tidak memungkinkan, jadi saya sudah lapor ke Pak Menteri LH agar diberikan waktu untuk mengoptimalkan fasilitas yang akan dibangun oleh kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Saya sudah ajukan ke Menteri LH, perpanjangan penutupan TPA Suwung sampai November 2026,” jelas Koster kepada awak media, Rabu (14/1/2025) di Gedung Wiswa Sabha kantor Gubernur Bali.
Koster menyampaikan, Pemkot Denpasar telah menambah mesin pengolahan sampah di TPST Tahura dan TPST Kertalangu.
Juga akan membangun sejumlah TPS3R di wilayah Denpasar Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Sementara Badung juga telah membangun TPS3R di setiap desa untuk mengelola sampah dari sumber.
“Sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA Suwung akan berkurang. Kemudian selagi menanti proses ini maka saya sudah memohon pada Menteri LH agar diperpanjang sampai kesiapan untuk semua fasilitas beroperasi terutama pengolahan sampah dengan teknologi tinggi untuk jadi energi listrik,” jelas Koster.
Koster mengakui hingga kini perlahan volume sampah mulai berkurang setiap bulannya. Seperti kondisi pada bulan April, Juni, Agustus, Oktober 2025 lalu, kondisi sampah di Bali mulai berkurang.
Gubernur Bali, Wayan Koster telah bertemu dengan menteri LH baru baru ini. Koster menyampaikan hasil pertemuan, respon menteri welcome dengan usulan dan permohonan Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan Pemkab badung.
“Prinsipnya beliau (Menteri LH, red) oke, cuman jangan terlalu lama, beliau juga telah menurunkan tim untuk evaluasi ke lapangan,” tegas Koster.
Di sisi lain, Koster menyampaikan PSEL Bali (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) proyek strategis mengatasi krisis sampah dengan mengubah sampah perkotaan menjadi energi listrik, akan segera dibangun di lokasi seluas 6 hektar milik Pelindo di Benoa.
Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan



