JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya keberadaan Tim Pengendali untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING di setiap daerah.
“Program tanpa ada kontrol pasti gagal. Tim Pengendali adalah bagian dari kontrol kita,” kata Menteri Wihaji saat membuka acara Konsolidasi dan Penguatan Tim Pengendali GENTING (TPG), Selasa (26/8/2025).
Kegiatan ini digelar hingga 28 Agustus 2025 secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan lewat kanal YouTube resmi Kemendukbangga/BKKBN.
Konsolidasi ini dihadiri Wakil Menteri, para Deputi, Sekretaris Utama, Staf Khusus Menteri, serta TPG dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Kehadiran peserta yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting.
Sejak diluncurkan, GENTING telah membentuk 38 TPG di tingkat provinsi, dan 474 TPG di kabupaten/kota. Struktur ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program, menghubungkan kebijakan pusat dengan implementasi di daerah.
GENTING menargetkan 1 juta keluarga penerima manfaat, dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD (0–23 bulan), yang dikenal dengan istilah “3B”. Kelompok ini berada dalam fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Menteri Wihaji menekankan bahwa empat bulan ke depan menjadi penentu dalam mengejar target Penurunan Angka Prevalensi stunting di 2025 yaitu sebesar 18,8% dari angka prevalensi stunting saat ini yaitu sekitar 19,8%, dan target di 2029 menjadi 14,2 persen.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



