NEGARA, balipuspanews.com- Keberadaan kabel laut Jawa-Bali yang melintas di selat Bali memang sangat vital. Jika kabel tersebut mengalami gangguan maka setengah dari pulau Bali akan blackout (gelap).
Untuk menjaga keamanan kabel bawah laut itu PLN selain melakukan pengawasan ketat dan berkoordinasi dengan aparat kemanan, juga menempuh cara niskala dengan menggelar upacara pekelem di selat Bali.
Upacaya Pekelem yang digelar pada Kajeng Kliwon, Rabu (2/10) di cable head Gilimanuk yang dipuput Ida Pandita Mpu Reka Kusuma Ananda dari Griya Gili Segara Arum, Gilimanuk itu juga dihadiri oleh Bendesa pekraman Gilimanuk, instansi terkait dan umat Hindu.
Diawali dengan menggelar upacara pecaruan panca sato, kemudian persembahnyangan bersama lalu melarung sesajen banten dan sarana pekelem berupa kambing hitam, bebek hitam dan ayam hitam ke tengah selat Bali.
“Upacara larung atau Mulang Pakelem adalah upacara Butha Yadnya sebagai media permohonan kepada Tuhan agar sumber – sumber air dapat berfungsi dengan baik,” ujar manajer PLN UPT Bali, Suparman.
Upacara Pekelem ini memang rutin dilaksanakan di area Cable Head Gilimanuk yang sekaligus tempat beroperasinya kabel laut Jawa Bali yang juga dimaksudkan memohon kepada Tuhan agar terjadi keseimbangan alam mikrocosmos dan makrocosmos.
“Prosesi Pakelem ini untuk penghormatan dan penyucian diatas landasan keyakinan. Dimana laut merupakan tempat melebur atau mengembalikan ke unsur aslinya atau unsur yang seharusnya menurut hukum alam,” jelasnya.
Selain itu upacara ini juga sebagai ucapan rasa syukur kehadapan Dewa Baruna karena instalasi PLN berupa SKLT 150KV dapat beroperasi dengan baik dan dimohonkan agar tetap selalu dalam kondisi baik serta terhindar dari ancaman gangguan yang disebabkan oleh hal-hal yang diluar batas-batas operasional.
Lanjut Suparman upacara ini juga untuk membangun keharmonisan dengan alam sesuai konsep Tri Hita Karana. Sehari sebelum pelaksanaan upacara Larung Laut, Selasa (1/10) telah melaksanakan terlebih dahulu kegiatan nuur tirta di beberapa pura yang ada di Bali seperti Pura Besakih, Pura Basukian, Pura Durga Kutri, Pura Padma UPT Bali, Pura Lempuyang, Pura Silayukti, Pura Tunjung Sari, Pura Punduk Dawa, Pura Rambut Siwi, Pura Kanjeng Ratu, Pura Segara Rupek, Pura Menjangan dan Pura Kahyangan Tiga Gilimanuk.
“Kami juga nuur tirta ke Pura Agung Blambangan dan Pura Mandara Giri Semeru Agung yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
Menurutnya keberadaan kabel laut Jawa Bali ini sngat vital bagi Bali Saluran kabel laut dengan tegangan 150KV menjadi sumber utama kebutuhan listrik di Bali.”Jika kabel ini terganggu maka sebagian Bali akan kekurangan listrik,”pungkasnya. (nm/bpn/tim)



