Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii bersama Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. (FOTO: Ivan Iskandaria)
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii bersama Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. (FOTO: Ivan Iskandaria)
sewa motor matic murah dibali

JAKARTA, balipuspanews.com – Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan Pemerintah Jepang telah melaksanakan serangkaian perundingan untuk membahas naskah agreement dan SOP “Excavation, Collection, and Repatriation of the Remain of the Japanese Soldiers who Died on the Second World War in the Province of Papua and the Province West Papua, Indonesia”.

Nota Kesepahaman Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua dan Papua Barat di tanda tangani oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii di Gedung E Komplek Kemendikbud RI, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan perjanjian ini telah mencapai kesepakatan untuk menghasilkan rekomendasi kesepakatan terhadap agreement dan SOP Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Proses repratiasi ini merupakan salah satu kerjasama pemerintah Jepang dengan pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud,” kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Dirjen Kebudayaan Hilmar menyampaikan beberapa perjanjian kedua negara terkait repatriasi tersebut diantaranya Memorandum Persetujuan antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Republik Indonesia tentang Pembangunan Monumen Perang Dunia II yang ditandatangani pada 7 April 1993 dan Memorandum Kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang tentang Pemberian Akses dan Pelaksanaan Pengumpulan dan Repatriasi Kerangka Tentara Jepang pada Perang Dunia Kedua di Provinsi Papua yang ditandatangani 20 November 2013.

Kerjasama tersebut menurutnya, meliputi proses pencarian, pengumpulan kerangka dan identifikasi kerangka, kemudian kerangka dibakar sehingga menghasilkan abu untuk dibawa pemerintah Jepang ke negeri sakura itu.

Sepanjang sejarah Perang Dunia II Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi saksi bisu pertarungan para tentara Amerika Serikat dan Jepang pada 1939-1945.

“Jepang memang pernah menorehkan sejarah di wilayah ujung timur Indonesia itu. Ribuan tentara Jepang pernah berjibaku dengan tentara sekutu pimpinan Amerika di wilayah Papua semasa Perang Dunia II,” ungkap Hilmar.

Selain di Biak, kerangka-kerangka tentara negeri matahari terbit itu tersebar di beberapa daerah. Seperti di Sarmi, dan Jayapura. Pengembalian kerangka ini murni mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Sementara itu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii mengatakan menurut data dari Pemerintahnya ada sebanyak 20.000 (Dua puluh ribu) tentara Jepang tewas terkubur dalam goa dan rencananya kerangka-kerangka eks tentara Jepang tersebut berusaha dikembalikan ke keluarga dan pemerintah Jepang.

Menurut Duta Besar Jepang untuk Indonesia, pengumpulan tulang belulang tentara Jepang ini sangat penting bagi budaya Jepang.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kesepakatan kerjasama ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sangat aktif untuk bekerjasama dengan Jepang,” tegas Masafumi Ishii.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii berharap hal ini bisa berkontribusi pada semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Jepang. (Ivan/bpn/tim)