Denpasar, balipuspanews.com – Bali dikenal melalui destinasi pariwisata seni dan budayanya. Namun dewasa ini, salah satu komponen yang menjadi daya tarik seperti budaya dan tradisinya, justru nyaris banyak yang terlupakan.
Hal ini disoroti oleh Komisi I DPRD Provinsi Bali, Nyoman Oka Antara usai sidang Paripurna pembahasan Ranperda tentang Atraksi Tradiaional Budaya Bali dan Ranperda Keolahragaan di Gedung DPRD Bali, Senin (9/4).
“Yang kita jual kan seni dan budaya, kalo seni budaya ini punah, bukan Bali lagi namanya, hal ini lah yang menjadi daya tarik sehingga tempat yang lain tidak bisa menyamai Bali,” ujarnya.
Menurut Oka Antara, seperti dikarangasem misalnya, terdapat banyak sekali tradisi – tradisi budaya yang sangat unik dimana keberadaannya saat ini nyaris hilang. Salah satunya. tradisi “Macekepung”, belakangan ini sudah tidak pernah terdengar lagi keberadaanya.
Tidak hanya itu, tradisi Genjek juga sudah sulit ditemui bahkan tari “joged” juga sudah mulai menghilang dikalahkan “joged” dari luar.
Kendati demikian, beberapa juga sudah ada yang kembali membangkitkan tradisinya masing masing, seperti di Desa Dukuh Penaban, Karangasem. Tradisi tradisi yang sempat terlupakan kini mulai dibangkitkan kembali.
Dengan dibahasnya Ranperda ini, diharapkan ke depan jika sudah menjadi Perda bisa secara otomatis bisa memberikan bantuan rutin untuk mendukung kelangsungan dan penggalian tradisi budaya yang sempat hilang seperti tradisi mecekepung.
“Untuk melestarikan itu selama ini memang minim biaya, sempat kemarin saya bantu pakai hibah, mudah -mudahan dengan adanya Perda Atraksi Budaya, tradisi yang nyaris punah bisa bangkit, ” katanya. (Suar)



