GIANYAR, balipuspanews.com – Lembaga Pelatihan Kerja dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK/LKP) Overseas Training Center (OTC) Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola manajemen serta memperluas kerja sama dengan industri di dalam dan luar negeri di tengah berbagai dinamika yang dihadapi lembaga tersebut.
Direktur OTC Bali, I Wayan Rediyasa, mengatakan sejak berdiri pada 23 Mei 2014, OTC Bali memiliki visi menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan terbaik yang dipercaya di tingkat global sekaligus membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
“Kami ingin bersinergi dengan industri agar masyarakat yang bergabung di OTC Bali memiliki keterampilan dan jaringan dengan dunia industri. Kami juga menjalin kerja sama dengan industri luar negeri agar peserta didik memiliki pengalaman bekerja di luar negeri,” ujar Rediyasa saat ditemui di Poltek OTC Bali, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, perkembangan OTC Bali selama periode 2014 hingga 2026 cukup pesat. Hingga saat ini, lebih dari 7.000 peserta didik telah diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri, baik di sektor darat maupun kapal pesiar.
Meski menghadapi berbagai situasi dan isu yang dinilai kurang baik, pihaknya mengaku tidak ingin berpikir negatif dan memilih fokus melakukan pembenahan internal.
“Kami tetap memperbaiki tata kelola manajemen agar lebih profesional dan akuntabel. Situasi yang terjadi saat ini kami jadikan pengalaman untuk terus berbenah,” katanya.
Ke depan, OTC Bali juga akan memperkuat konsep pendidikan vokasi dengan mengintegrasikan kepentingan akademisi dan dunia industri. Langkah tersebut dilakukan melalui penyempurnaan kurikulum dan penambahan mitra industri, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami sedang melakukan road show untuk menyusun kurikulum yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga kompetensi lulusan kami bisa link and match dengan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam upaya mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, OTC Bali menargetkan semakin banyak alumninya terserap di industri dalam dan luar negeri.
Untuk penempatan kerja internasional, OTC Bali melalui PT Milinium Muda Mandiri menargetkan pembukaan sejumlah negara tujuan baru, seperti Kroasia, Albania, Yunani, Jepang, Turki, dan Doha.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang berangkat ke luar negeri ditempatkan secara legal dan resmi. Kami tidak ingin ada peserta yang ditempatkan secara abal-abal,” tegasnya.
Selain program pelatihan dan penempatan kerja, OTC Bali juga memiliki program kuliah sambil magang di luar negeri yang diharapkan dapat membantu peserta didik meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Terkait situasi yang berkembang belakangan ini, pihaknya mengimbau peserta didik maupun alumni agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh peserta didik dan alumni agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks. Jika ada persoalan, kami berharap pemerintah dapat bertindak adil terhadap lembaga yang tidak memiliki izin agar masyarakat tidak menjadi korban,” ujarnya.
Saat ini OTC Bali memiliki delapan kampus yang tersebar di Bali. Namun, pascakonflik internal, hanya lima kampus yang masih beroperasi, sementara tiga lainnya diklaim oleh pihak lain.
Selain itu, OTC Bali juga terus meningkatkan fasilitas pendidikan, termasuk laboratorium kitchen, restoran, dan bar yang dibangun sesuai standar industri perhotelan berbintang.
“Kami ingin mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan



