GIANYAR, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Parade Baleganjur Bebarongan tingkat kecamatan se-Kabupaten Gianyar sebagai rangkaian Pekan Budaya Gianyar di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Kamis (9/4/2026) malam. Kegiatan ini menampilkan kekayaan seni tradisional Bali yang sarat makna spiritual dan nilai budaya.
Dalam parade tersebut, masing-masing kecamatan di Kabupaten Gianyar menampilkan kreativitas dan ciri khasnya dalam mengemas seni baleganjur bebarongan yang berpadu dengan unsur tradisi serta kearifan lokal.
Penampilan diawali oleh Sekaa Gong Satya Jnana dari Kecamatan Gianyar yang mempersembahkan garapan berjudul “Nyapuh”. Dilanjutkan oleh Yowana Kembang Swara Banjar Juga bersama Komunitas Seni Pitha Mahaswara dari Kecamatan Ubud dengan garapan “Gerinsing”.
Selanjutnya, Pengayah Gong Sekaa Teruna Dharma Adnyana dari Kecamatan Tegallalang membawakan “Bwah Rong”, disusul Sanggar Seni Gita Lestari dari Kecamatan Blahbatuh dengan sajian “Swara Raksa”.
Penampilan berikutnya datang dari Pesraman Satya Kumara Shanti, Kecamatan Payangan, yang menghadirkan garapan “Ruwat Mala”, kemudian dilanjutkan oleh Sekeha Gong Sila Pertipa dari Kecamatan Sukawati dengan garapan “Sida Arsa”. Parade ditutup oleh Sekeha Balaganjur Gandara Shanti dari Kecamatan Tampaksiring melalui garapan berjudul “Lawat Liwat”.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyampaikan bahwa perhelatan Pekan Budaya Gianyar, salah satunya melalui parade baleganjur bebarongan, merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup di desa adat.
Lebih lanjut, Adi Parbawa menegaskan bahwa estetika baleganjur bebarongan harus tetap ajeg dan lestari sebagai bagian dari kearifan lokal di masing-masing kecamatan. Selain itu, baleganjur bebarongan juga telah menjadi salah satu identitas masyarakat Gianyar yang hadir hampir dalam setiap kegiatan keagamaan.
“Kita ingin lebih menunjukkan cita karya kearifan lokal masing-masing, sehingga esensinya tetap terjaga, tradisinya tetap, dan spiritnya tetap,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh seniman, Dr. I Wayan Sudirana, S.Sn., M.A., Ph.D., mengapresiasi pelaksanaan Pekan Budaya Gianyar yang dinilai mampu memberikan ruang bagi para seniman untuk menuangkan kreativitas.
Ia berharap parade baleganjur bebarongan tidak hanya berlangsung tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).
“Saya ingin kegiatan ini tidak hanya tahun ini, melainkan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Terlebih, baleganjur bebarongan memiliki keterkaitan erat dengan tradisi ngunya atau ngiring Ida Bhatara, yakni prosesi mengarak sesuhunan berupa Barong dan Rangda mengelilingi desa sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



