JEMBRANA, balipuspanews.com– Nasib tragis dialami IKP,54, warga Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana itu meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya Jumat (10/4/2026)) pagi.
Di Kebun milik lGR, awalnya pada hari Kamis (9/4/2026) pukul 06.00 Wita Dalem kerumah korban dan meminta tolong untuk memanjat kelapa mencari klungah (kelapa muda) untuk upacara adat.
Kemudian dijanjikan oleh korban akan mencarikan klungah (kelapa muda) pada hari Jumat (10/4/2026) pagi. Kemudian pada hari Jumat sekira pukul 07.00 wita Dakem mencari korban kerumahnya, setelah sampai, Dalem dan korban berangkat bersama-sama ke kebun milik IGR yang berada di depan rumah korban, setelah sampai dikebun, korban langsung memanjat kelapa dan Dalem menunggu dibawah.
Setelah memanjat pohon kelapa yang ke 4 (empat) dengan tinggi 8 meter Dalem melihat korban berpegangan pada pelepah kelapa yang sudah tua.
“Saksi sempat mengingatkan agar jangan berpegangan di pelepah kelapa yang sudah tua tersebut. Belum selesai saksi ngomong bersamaan dengan itu korban langsung jatuh karena pelepah kelapa yang sudah tua temapat korban berpegangan terlepas,” jelas Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana.
Kemudian setelah melihat korban jatuh, Dalem teriak-teriak meminta tolong memanggil IKAS,23, (anak korban) dan memberitahukan bahwa bapaknya jatuh, kemudian bersama-sama dengan ibunya (istri korban,red) menolong korban untuk dibawa ke Puskesmas 1 Melaya.
Setelah sampai di Puskesmas 1 Melaya sekira pukul 07.30 Wita, korban ditangani oleh Dr. Dian Dwi Kurnia dan menerangkan dari hasil pemeriksaan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Atas kejadian tersebut pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban karena musibah dan keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



