Pasikian Yowana Desa Adat Gelgel Siap Gelar Lomba dan Pawai Ogoh-ogoh

- Advertisement -
- Advertisement -

SEMARAPURA, balipuspanews.com-
Menyikapi keputusan Gubernur Bali, Wayan Koster tentang dibolehkannya ‘Nyomya’ ogoh-ogoh di wewidangan banjar pada pengrupukan Nyepi Caka 1944, Desa Adat Gelgel siap menggelar lomba dan pengarakan ogoh-ogoh.

Keputusan tersebut terungkap dalam paruman Desa Adat Gelgel bersama 17 pasikian Yowana Desa Adat Gelgel di Wantilan Desa Adat Gelgel, Kamis (17/2/2022).

Dimana dalam pelaksanaan lomba dan pengarakan ogoh-ogoh dengan ketaatan pada prokes, tidak ada pementasan terpusat, dan ogoh-ogoh hanya diusung keliling desa.

Paruman yang dipimpin langsung oleh Jro Bendesa Adat Gelgel Putu Gede Arimbawa ini membahas rencana lomba ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan oleh seluruh Pasikian Yowana Desa Adat Gelgel pada pengrupukan Nyepi Caka 1944.

Sekretaris/Penyarikan Desa Adat Gelgel, Gede Eka Semayaputra usai paruman menyatakan dari hasil rembugan diputuskan tetap bisa melaksanakan pawai ogoh-ogoh.

Keputusan ini terkait pernyataan Bapak Gubernur Wayan Koster yang menyatakan mengembalikan keputusan tentang ogoh-ogoh kepada masing-masing desa adat.

Dirinya menekankan pelaksanaan pawai ini juga melihat kondisi kasus Covid-19 di Desa Adat Gelgel.

BACA :  Kapolres Badung Tekankan Personel Bijak Bermedia Sosial

“Berdasarkan hasil gegundeman bersama pasikian yowana se-Desa Adat Gelgel dan mengacu pada tatacara PKM di masa pandemi, maka disepakati dari 17 pasikian yowana dan 13 mengusulkan agar tetap melaksanakan pawai ogoh-ogoh,” ujarnya.

Gede Eka menekankan terdapat kriteria lomba dan pawai yang ditekankan yakni untuk tetap mentaati prokes, tidak ada pementasan terpusat, ogoh-ogoh hanya diusung keliling desa.

“Pengusung wajib menunjukkan hasil rapid antigen dengan hasil negatif, pengusung dibatasi hanya 25 orang, wajib menggunakan masker,”katanya.

Kepala SMA 1 Gianyar ini tidak menampik kemungkinan jika pawai akan batal digelar bila kondisi mengharuskannya dan hanya melakukan penilaian terhadap ogoh-ogoh setempat tanpa atraksi.

Sementaa itu Bendesa Adat Gelggel, Putu Gde Arimbawa menegaskan, agar kesadaran untuk mementingkan tradisi upacara secara bijak dan tetap menegaskan agar yowana dapat menjadi contoh ketaatan terhadap prokes melalui ruang pawai ogoh-ogoh.

Dirinya juga meminta kepada kelihan banjar untuk bersama menjaga keselamatan warga masyarakat dan terutama para yowana dari akibat kesepakatan ini

“Ada hal yang paling ditegaskan adalah Desa Adat Gelgel akan patuh terhadap keputusan dari pemerintah, jika pada hari H ada instruksi dari pemerintah untuk pembatalan pawai maka Desa Adat Gelgel siap kegiatan pawai akan dibatalkan,”ujar Gede Arimbawa.

BACA :  Gasak Perhiasan, Pria asal Sukasada Diamankan Polres Buleleng

Penulis: Roni
Editor: Budiarta

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular