SINGARAJA, balipuspanews.com Mewujudkan pengelolaan aset yang efektif dan efisien, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng melirik Sistem Informasi Aset (SIMASET) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dijadikan uji petik.

Uji Petik dalam bentuk studi komparasi yang dipimpin oleh Asisten bidang Administrasi Pemerintahan, Putu Karuna, SH ini diterima langsung oleh Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Haris Hartata di Ruang Rapat BKAD Sleman, Rabu (24/4).

Ditemui usai kegiatan, Putu Karuna, SH sebagai pimpinan rombongan menjelaskan kenapa dipilih Pemkab Sleman karena Pemkab Sleman telah beberapa kali diganjar penghargaan dan prestasi secara administrasi khususnya mengenai pengelolaan aset serta barang daerah. Bahkan, Pemkab Sleman telah delapan kali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan benar-benar tanpa catatan apapun dengan diterapkannya SIMASET yang telah dimilikinya. Oleh karena itu, Pemkab Sleman bisa dijadikan contoh atau acuan bagi para pengelola aset dan barang di lingkup Pemkab Buleleng yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebelumnya.

 

“Untuk bisa meniru bagaimana Kabupaten Sleman menyelenggarakan pengelolaan aset daerah sehingga ke depan pengelolaan aset daerah bisa lebih efektif dan tidak menimbulkan permasalahan hukum,” jelasnya.

Untuk kegiatan uji petik ke Pemkab Sleman ini, Kepala BKPSDM Kabupaten Buleleng, Gede Wisnawa, SH menyebutkan ada beberapa hal yang bisa diadopsi untuk pengelolaan aset di Pemkab Buleleng. Begitu juga sebaliknya, ada beberapa hal yang bisa dipetik Pemkab Sleman dari Pemkab Buleleng. Dalam studi komparasi ini, kedua belah pihak sama-sama sharing dan memiliki kelebihan masing-masing. Studi komparasi ini menjadi sangat penting untuk kemajuan Pemkab Buleleng sendiri.

“Ke depan, akan ada lagi bimtek-bimtek dan studi komparasi semacam ini karena sudah diagendakan rutin setiap tahun untuk pengembangan sumber daya manusia di Pemkab Buleleng,” ujar Wisnawa.

Sementara itu, Haris Hartata mengungkapkan pihaknya di Pemkab Sleman khususnya di BKAD memiliki beberapa aplikasi seperti Sistem Informasi Aset (SIMASET) dan Sistem Informasi Persediaan (SIM Persediaan). Dua Aplikasi tersebut yang dimaksimalkan oleh BKAD Sleman dan diintegrasikan dengan sistem-sistem yang ada di keuangan. Sehingga, integrasi tersebut bisa mempercepat proses penyusunan laporan keuangan. Angka-angka yang sudah dimasukkan tinggal disinkronisasi dan tidak perlu untuk dimasukkan kembali.

 

“Kami akan terus kembangkan sistem ini agar laporan keuangan bisa diselesaikan lebih awal dan saya kira Pemkab Buleleng sendiri bisa mengaplikasikan sistem informasi ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, uji petik ini merupakan kelanjutan dari Bimtek Pengelolaan Aset dan Barang Daerah yang diselenggarakan di Hotel Aneka Lovina beberapa waktu yang lalu. Tercatat 100 peserta dari para pengelola aset di lingkup Pemkab Buleleng mengikuti studi komparasi ini.

Facebook Comments