Pemkab Klungkung Gelar Seminar Hasil Kajian WBTB, Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan Menjaga Warisan Leluhur

- Advertisement -
- Advertisement -

KLUNGKUNG, balipuspanews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung melalui Dinas Kebudayaan menggelar Seminar Hasil Kajian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, mewakili Bupati Klungkung.

Tujuan seminar ini adalah untuk menghimpun saran dan masukan dari para tokoh masyarakat serta maestro budaya yang memahami secara mendalam mata budaya yang diseminarkan. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan materi sebelum diajukan dan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional.

Diketahui, hingga saat ini Kabupaten Klungkung telah memiliki 21 mata budaya yang ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. Di antaranya, Lukisan Klasik Kamasan, Baris Jangkang, Mejaga-Jaga, Barong Nong-Nongkling, Serombotan, Tenun Cepuk, Tenun Rangrang, Dewa Masraman, Gamelan Tihingan, Uyah Kusamba, Kerajinan Genta Budaga, Sanghyang Grodog, Barong Srawi, dan Nyepi Segara.

Dalam sambutan Bupati Klungkung yang dibacakan oleh Kadisbud Ketut Suadnyana, disampaikan bahwa seminar ini memiliki arti penting dalam memperkuat kesadaran dan komitmen bersama untuk melestarikan budaya daerah.

BACA :  Diduga Mau Melukat, Perempuan asal Sukawati Ditemukan MD di Pantai Purnama Gianyar

“Warisan Budaya Tak Benda adalah identitas dan jati diri masyarakat kita. Di dalamnya terkandung nilai luhur, pengetahuan lokal, kearifan tradisional, serta ekspresi budaya yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya sebatas menjaga, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

“Melalui seminar ini, kita tidak hanya berbicara tentang pelestarian, tetapi juga bagaimana menghidupkan kembali nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman,” tambahnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung upaya pelestarian dan pengembangan WBTB melalui berbagai program, seperti pendataan, pengusulan ke daftar WBTB Indonesia, serta promosi melalui event-event budaya.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, akademisi, pelaku budaya, dan generasi muda untuk bergandengan tangan menjaga warisan leluhur agar tidak ditelan zaman,” harapnya.

Penulis : Roni
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular