Pemulihan Ekonomi Nasional Jangan Tinggalkan Potensi Perempuan

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com –  Partisipasi perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah membuktikan diri sebagai penopang ekonomi negara saat pandemi Covid-19. Meski hingga kini perempuan masih dikelompokkan dalam kelompok rentan, namun potensi perempuan yang tetap tangguh berdiri tidak menyerah dalam kondisi sulit, layak untuk terus didukung dan mendapatkan akses yang setara.

Berbicara dalam kegiatan Kick Off Aksi Perempuan oleh Tjufoo dan Stellar Women di Jakarta, Kamis (22/9/2022). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan bahwa pemulihan ekonomi nasional tidak boleh meninggalkan potensi perempuan.

“Pemulihan ekonomi dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19 yang memperhatikan pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan adalah sebuah keharusan, bukan pilihan. Hal itu didasarkan pada berbagai data, indeks, dan hasil penelitian, menunjukkan bahwa mendorong partisipasi aktif perempuan dalam ekonomi akan mampu menaikkan pendapatan negara secara signifikan,” tutur Menteri PPPA, dalam rilis Sabtu (24/9/2022).

Menteri PPPA menyambut baik program inkubasi khusus yang diinisiasi oleh Tjufoo dan Stellar Women dalam AKSI Perempuan. Kerja kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan akses perempuan Indonesia untuk lebih cepat meningkatkan potensinya dan mencapai ketahanan ekonomi.

BACA :  Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Ketua DPR Ingatkan Prioritas Pencarian dan Penyelamatan Korban

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengapresiasi AKSI Perempuan, sebuah program inkubasi khusus bagi bisnis yang dirintis perempuan yang bertujuan untuk membuka potensi yang dimiliki wanita dalam memimpin dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka melalui program bimbingan kurasi yang dipimpin oleh para ahli. Kami juga mengajak pihak-pihak lain untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan kualitas perempuan wirausaha dan memberikan solusi dari berbagai tantangan yang menghambat kemajuan perempuan, serta memastikan bahwa perempuan sepenuhnya dilibatkan dalam rencana dan tindakan pemulihan ekonomi global serta pertumbuhan yang inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Angela Tanoesoedibjo menyampaikan urgensi peningkatan pemanfaatan platform digital bagi wirausaha perempuan, imbas dari situasi pandemi Covid-19 yang sangat bergantung pada teknologi.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah yang juga hadir dalam kesempatan ini juga memaparkan peran dan kontribusi perempuan wirausaha bagi perekonomian nasional sehingga membangun motivasi wirausaha bagi perempuan merupakan hal yang penting dilakukan.

BACA :  Sejalan dengan Asta Cita, Perusahaan Wajib Sediakan Daycare

Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani memaparkan permasalahan yang ada pada isu UMKM perempuan yakni masih adanya kesenjangan antara usaha yang dimiliki perempuan dan laki-laki. Shinta menerangkan perempuan masih memperoleh bantuan keuangan dan investasi yang tidak proporsional selama pandemi dibandingkan dengan laki-laki.

Pemberdayaan perempuan sendiri dalam hal ini adalah Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan yang Berperspektif Gender” menjadi salah satu dari 5 isu prioritas program dan kebijakan Kemen PPPA sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk diselesaikan hingga tahun 2024. Isu ini menjadi hulu dari penyelesaian berbagai isu perempuan dan anak.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular