Penentuan Capres KIB Bisa Ditempuh Melalui Konvensi Apabila Upaya Musyawarah Deadlock

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan mulai melakukan pembahasan mengenai pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang akan diusung pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto selaku motor penggerak KIB telah menegaskan bahwa acara pembahasan capres-cawapres yang akan diusung KIB telah disiapkan di awal November di wilayah Indonesia timur.

Anggota KIB yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga disebut bakal memprioritaskan kader dari Partai Golkar, PAN, dan PPP untuk diusung sebagai capres.

Penunjukan Capres dan Cawapres tidak dilakukan lewat mekanisme pemungutan suara atau voting, tetapi musyawarah untuk mencapai aklamasi.

Mencermati dinamika di KIB tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai ketiga partai anggota KIB akan mengajukan nama masing-masing capres.

“Melihat kecenderungannya, partai-partai di KIB akan usung nama-nama capres yang bakal diusung di Pilpres 2024. Golkar, PPP, dan PAN akan urun rembuk. Meletakkan nama-nama capres di atas meja perundingan untuk disetujui,” kata Adi Prayitno, Senin (17/10/2022).

BACA :  Bupati Badung Bagikan Helm kepada Pelajar SMAN 2 Abiansemal, Dorong Tertib Berlalu Lintas

Menurut Adi, KIB akan cenderung memilih jalan bermusyawarah dalam penentuan nama calon presiden yang hendak diusung di Pilpres 2024.

“KIB sejauh ini kekeluargaan, mungkin karena pemilu masih jauh. Belum ada kata final soal Capres,” imbuhnya.

Adi menilai dukungan dari sejumlah kader PPP dan PAN untuk Ganjar Pranowo belum mencerminkan sikap resmi partai terkait.

“Deklarasi di sejumlah tempat kader PAN dan PPP ke Ganjar bagian dinamika politik internal dua partai itu. Dan tentunya keputusan finalnya resmi dari sikap partai nantinya,” ungkap Adi yang juga dikenal Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan KIB akan menempuh mekanisme voting atau konvensi ketika musyawarah menemui jalan buntu.

“Kalau deadlock pastinya ada mekanisme lain. Misalnya voting atau konvensi,” tegasnya.

Visi Misi

Sementara itu, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi (Awiek) mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih perlu merumuskan visi dan misi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam pertemuan mendatang.

BACA :  ‎KONI Bali Tinjau Kesiapan Venue Porprov XVII di Buleleng, Anggaran Perbaikan Disiapkan Rp28 Miliar

“Sejauh ini kita memang belum merumuskan visi misi capres cawapres KIB, insya allah dalam waktu dekat lah, soal pertemuan dimana kita sesuaikan lah,” kata Awiek yang masih berada di Madinah, pada Senin (17/10/2022).

Pertemuan berikutnya kata dia, tuan rumahnya adalah PPP, namun belum ditentukan dimana lokasinya.

“Belum belum diputuskan, ya segala opsi kita coba kaji, karena mekanisme masing-masing partai itu beda-beda, kita menghargai dan menghormati satu sama lain,” tegas Baidowi.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular