DILI, balipuspanews.com – Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian di Universitas Warmadewa (Unwar) berjalan sangat baik. Bahkan pengabdian yang dilakukan betul-betul dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Sebagai agen intelektual, Unwar mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing hingga mampu memecahkan masalah-masalah di masyarakat melalui inovasi-inovasi kekinian dan perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain dirasakan dampak dari pengabdian oleh masyarakat setempat di Pulau Dewata, Unwar mengepakkan sayapnya hingga ke luar pulau. Teranyar, pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penyusunan rencana evaluasi penerapan konsep Green Building di Universitas Da Paz, Dili, Timor Leste.
Dalam konteks ini, program Green Building atau bangunan hijau adalah konsep yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif bangunan terhadap lingkungan, termasuk penggunaan sumber daya alam dan emisi gas rumah kaca (1,2).
Dalam pengabdian ini, Tim yang beranggotakan Dr. Ir. Agus Kurniawan, St., Mt., Ipm, selalu Ketua, Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, S.T., M.T., Cokorda Istri Arina Cipta Utari, S.T., M.Ars., dan Gede Wira Darma, S.Ti., M.T (anggota) menyelidiki sejauh mana keterlibatan masyarakat kampus dapat mempengaruhi proses penyusunan rencana evaluasi penerapan konsep Green Building.
“Kami akan melihat sejauh mana pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap konsep ini, serta bagaimana persepsi mereka terhadap manfaat dan tantangan yang terkait dengan penerapan konsep Green Building di lingkungan universitas,” ungkap Agus Kurniawan.
Agus Kurniawan menambahkan, pengabdian ini bertujuan untuk mencapai beberapa pencapaian dalam ranah ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks). Gambaran Ipteks pertama terkait pemahaman mendalam tentang konsep Green Building dimana pengabdian ini akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep Green Building, termasuk prinsip-prinsipnya, manfaatnya, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya di lingkungan universitas.
Selain itu, pengabdian ini akan memberikan gambaran yang komprehensif tentang situasi lokal dan kondisi infrastruktur di Universitas Da Paz terkait penerapan konsep Green Building. Serta adanya rencana evaluasi yang komprehensif.
“Pengabdian ini akan menghasilkan rencana evaluasi yang komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan penerapan konsep Green Building di Universitas Da Paz,” imbuhnya.
Tak kalah menarik, pengabdian ini mampu menyebarluaskan pengetahuan. Hasil pengabdian ini akan di diseminasi melalui berbagai forum seperti seminar, workshop, dan publikasi ilmiah. Hal ini akan memastikan penyebarluasan pengetahuan tentang konsep Green Building dan pengalaman dalam menerapkannya di Universitas Da Paz kepada berbagai pihak terkait.
Selain memiliki tujuan inovasi iptek terkait Green Building, ditemukan juga permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam program ini yaitu minimnya kesadaran dan pemahaman tentang konsep Green Building di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar. Adanya tantangan dalam hal regulasi dan kebijakan mungkin menjadi kendala dalam penerapan konsep Green Building. Ketidakjelasan atau kurangnya regulasi yang mendukung praktik ramah lingkungan dapat menghambat langkah-langkah inovatif dalam pembangunan berkelanjutan di Universitas Da Paz.
Permasalahan inipun dapat diatasi melalui beberapa solusi seperti pengikutsertaan masyarakat, peningkatan kesadaran dan pendidikan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi secara teratur. Mengadvokasi kebijakan dan regulasi yang mendukung penerapan konsep Green Building, serta penerapan teknologi hijau dan inovasi dalam pengelolaan limbah dan energi.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



