Minggu, Mei 19, 2024
BerandaDenpasarPenyidik Masih Dalami Motif Pembunuhan Tu Pekak, Pelaku Lain Masih Dikejar

Penyidik Masih Dalami Motif Pembunuhan Tu Pekak, Pelaku Lain Masih Dikejar

DENPASAR, balipuspanews.com – Tim Resmob Polresta Denpasar masih memburu pelaku yang menghabisi nyawa I Putu Eka Astina,40, yang tewas saat nonton ogoh-ogoh di depan dealer Suzuki Jalan Veteran, Denpasar Utara, pada Selasa 21 Maret 2023 sekitar pukul 21.00 WITA.

Sementara dua pelaku yakni I Gede SP alias De Anggur,30, dan I Dewa GR alias Bem Bem,23, kini masih menjalani pemeriksaan.

Pengejaran terhadap pelaku lain dibenarkan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi awak media, pada Jumat (24/3/2023). Ia  menerangkan memang sudah ada dua orang yang ditangkap yaitu I Gede SP alias De Anggur, dan I Dewa GR alias Bem Bem.

Namun masih ada pelaku lain yang diduga terlibat atas kematian Tu Pekak.

“Ya benar (memburu pelaku lain), masih didalami,” ujarnya.

Ditanya soal motif, AKP Sukadi mengatakan juga masih didalami. Pasalnya, kedua pelaku belum membeberkan secara menyeluruh terkait motif penyerangan dan penusukan tersebut.

Sementara, dari versi lainnya di lapangan menyebutkan antara korban dan dua pelaku sejak lama tidak akur dan berselisih paham. Apalagi kedua pelaku disebutkan dulunya pernah bekerja sebagai sopir korban saat bekerja di property.

BACA :  Daftar Pilkada di Demokrat, Sugawa Korry: Lanjutkan KIM untuk Buleleng Maju

Diberitakan sebelumnya, malam pengerupukan jelang Hari Raya Suci Nyepi di Jalan Veteran, Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara, Selasa 21 Maret 2023 ternoda. I Putu Eka Astina alias Tu Pekak tewas dikeroyok dan ditusuk senjata tajam saat nonton ogoh-ogoh bersama anak dan istrinya.

Korban ditusuk oleh dua pelaku yang dikenalnya yakni I Gede SP alias De Anggur dan I Dewa GR. Bahkan, korban dan pelaku sama-sama berasal dari Dangin Puri Kaja, Denpasar.

Korban sendiri tewas dengan 8 luka tusukan di dada, perut, dan kaki. Pasca kejadian, korban masih sempat bangun berdiri meski pun badannya bersimbah darah.

Rekan-rekannya membawa korban ke RS Wangaya dan kemudian di rujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar hingga kesadarannya menurun dan tewas dalam perawatan. Korban meninggalkan istri bernama Ni Nengah Wikarsini dan dua anaknya yang masih kecil.

Penulis: Kontributor Denpasar 

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular