Rabu, Februari 28, 2024
BerandaLifestyleKesehatanPeran Dokter dalam Percepatan Penurunan Stunting

Peran Dokter dalam Percepatan Penurunan Stunting

JAKARTA, balipuspanews.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) ketiga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/11/2023).

Dokter Hasto yang menjadi narasumber pada Rakernas IDI itu menyebutkan peran dokter dalam percepatan penurunan stunting. “Kita apresiasi pada IDI, para dokter ini sudah terlibat dalam intervensi gizi terpadu, serta berjibaku dalam pendampingan keluarga risiko stunting di kabupaten dan kota juga pada audit kasus stunting,” kata dr. Hasto.

Sebagai anggota IDI, dokter Hasto menyampaikan kebanggaannya pada profesi dokter. “Selama ini saya bangga sebagai anggota IDI dan POGI dan konsultan endokrinologi reproduksi, saya tetap menjalankan profesi dokter sehingga saya belum pernah berhenti praktek,” ujarnya.

Dirinya mengaku selama berkecimpung pula dalam dunia politik, menjabat kepala daerah, hingga menjadi Kepala BKKBN, dr. Hasto melihat ketimpangan di banyak organisasi massa, LSM, NGO, politik dan juga organisasi lain di luar dokter.

BACA :  Wabup Suiasa Ikuti Forum Konsolidasi Nasional Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim 2024, Dengan Tema "Kerja Bersama Hapuskan Kemiskinan"

“Saya bersedih karena banyak organisasi profesi yang tidak profesional, tidak pernah bicara tentang kemajuan profesi bagi anggotanya, akan tetapi organisasi tersebut lebih dipakai untuk berpolitik praktis dan berebut kekuasaan,” ujar dr. Hasto.

Namun, menurutnya hal tersebut tidak ada pada IDI. Hasto menilai IDI menjadi organisasi yang baik dan berfungsi menjadi organisasi pembelajar. “Di dalamnya saling terbuka menyampaikan pendapat. Bisa melakukan perdebatan substansional dalam ruang lingkup profesinya dan produktif di bidangnya maka IDI memberikan public education terutama untuk peer groupnya (dokter) dan masyarakat luas pada umumnya,” jelas dr. Hasto.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular