Jumat, Februari 23, 2024
BerandaNasionalJakartaPersahabatan Indonesia-Korsel, Mensos : Banyak Pelajaran Berharga bagi Kemajuan Indonesia

Persahabatan Indonesia-Korsel, Mensos : Banyak Pelajaran Berharga bagi Kemajuan Indonesia

JAKARTA, balipuspanews.com – Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat persahabatan dengan Korea Selatan. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dan bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini menyatakan, banyak mengaplikasikan praktik baik selama mengemban amanat di pemerintahan serta memiliki kedekatan khusus dengan Ulsan dan Busan, dua kota penting di Korea Selatan.

Busan dengan jumlah penduduk yang mencapai 3.5 juta jiwa, merupakan pusat ekonomi, budaya dan pendidikan yang rutin ia sambangi.

“Dulu saya belajar tentang lingkungan di Ulsan. Bahkan setahun sekali ke Busan, belajar tentang irigasi air, tata kelola kota, baik jalan-jalannya hingga penerangannya. Dan sekarang pun tetap belajar, menyelesaikan berbagai permasalahan yang sangat kompleks terkait kemiskinan, disabilitas, anak-anak bermasalah, lanjut usia, pekerja migran, komunitas adat terpencil hingga kebencanaan di Indonesia,” kata Mensos Risma saat menerima kunjungan anggota Forum Nasional Coalition for The Restoration of Fairness and Commen Sense (NCRFCS) di Jakarta pada Rabu (18/01/2023).

Di hadapan tamu yang dipimpin Prof Kim Soo II, Mensos menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi penguat persahabatan antara dua negara. “Saya senang sekali dapat berkenalan dan bertemu Bapak/Ibu sekalian. Saat ini saya di percayai oleh Bapak Presiden memimpin Kementerian Sosial yang sebenarnya jauh dari latar belakang pendidikan saya sebagai arsitek,” ucap Mensos Risma.

BACA :  Hadi Tjahjanto Resmi Jabat Menko Polhukam

Dalam pertemuan tersebut Mensos Risma menjelaskan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari Korea Selatan. “Mengapa Korea, pertama karena Korea terkenal dengan semangatnya. Kedua, banyak negara maju yang dikembangkan hanya teknologinya, sedangkan di Korea Selatan, anak-anak diberi kesempatan mengembangkan diri sesuai keinginan dan potensinya masing-masing tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang ada,” katanya.

Sementara itu, Prof Kim Soo II menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara bertaraf internasional. “Sebagai Menteri di Indonesia, ibu terkenal galak, tapi semua itu untuk kepentingan negara bukan pribadi, jadi itu bukan marah tapi tegas,” ucap Kim sambil tersenyum.

“Ibu adalah harta karunnya Indonesia, jadi jangan lupa selalu menjaga kesehatan. Ibu sangat berkomitmen terhadap negara, terhadap pekerjaan. Dan Kementerian Sosial juga telah bekerja keras untuk ini semua,” tambahnya.

Salah satu anggota NCRFCS Prof Jeong Yong Sang selaku Penasehat Kepresidenan Yoon Seok Yeol yang turut hadir, selaku tamu kehormatan menyampaikan harapan bahwa sebagai pemimpin, Mensos dapat membawa pembangunan antara dua negara persahabatan ini kedepannya.

BACA :  Mahfud Md Nilai Baik Hadi Tjahjanto

Jeong menjelaskan bahwa sebuah negara yang bisa dihidupi oleh para disabilitas adalah negara yang ideal. Dan mereka mengapresiasi usaha keras Mensos dalam mewujudkan hak-hak bagi penyandang disabilitas di Indonesia dan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang ada. “Nanti kalau ibu datang ke Korea, kami siap bantu,” ujarnya.

Diakhir pertemuan, Mensos Risma menayangkan sebuah video terkait kegigihan seorang disabilitas bernama  Gading yang berjuang dan mampu berdaya baik secara fisik maupun ekonomi sehingga keberfungsian sosialnya kembali. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata berupa wayang golek.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular