DENPASAR, balipuspanews.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai jaminan perlindungan kesehatan. Seiring kebutuhan layanan yang cepat dan efisien, BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi digital melalui berbagai inovasi untuk mempermudah akses layanan bagi peserta.
Salah satu peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Nurlida Hairin Nafisa, membagikan pengalamannya saat memanfaatkan Program JKN serta pelayanan yang diberikan oleh petugas BPJS Kesehatan Kantor Cabang Denpasar.
“Saya mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar untuk keperluan mengalihkan segmen kepesertaan dari PPU ke PBPU. Seluruh pelayanan yang diberikan oleh petugas sangat ramah dan baik,” ujar Nurlida.
Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk mengganti Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) karena baru pindah domisili. Dari penjelasan petugas, Nurlida diarahkan untuk memanfaatkan kanal layanan digital, seperti Aplikasi Mobile JKN dan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA).
Salah satu inovasi yang kini dirasakan manfaatnya secara luas adalah Aplikasi Mobile JKN dan layanan PANDAWA di nomor 0811-8165-165. Layanan digital ini memudahkan peserta dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi dan informasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Kehadiran Aplikasi Mobile JKN dan PANDAWA menjadikan pelayanan BPJS Kesehatan semakin mudah, cepat, dan setara,” ungkap Nurlida.
Menurutnya, layanan berbasis digital sangat membantu, terutama di era kemajuan teknologi saat ini yang menuntut kemudahan akses layanan informasi Program JKN yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Transformasi digital ini diharapkan mampu menjawab tantangan peserta JKN dalam mengurus administrasi kepesertaan melalui kanal layanan digital seperti Aplikasi Mobile JKN dan PANDAWA.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus memberikan edukasi terkait Program JKN melalui berbagai media sosial agar seluruh peserta dapat memanfaatkan layanan online yang tersedia. Terlebih, saat ini peserta JKN dapat berobat hanya dengan menggunakan KTP sebagai identitas utama.
“Program ini benar-benar membantu. Saya sangat bersyukur bisa merasakan manfaatnya. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya menjadi peserta JKN dan memahami prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan Program JKN,” tegas Nurlida.
Ia juga berharap ke depannya peserta JKN semakin memanfaatkan kanal layanan online karena lebih praktis dan tidak perlu datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan.
Selain itu, Nurlida mengimbau masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar segera mendaftarkan diri, mengingat jaminan kesehatan merupakan kebutuhan penting yang sering kali baru disadari ketika seseorang jatuh sakit.
“Masih banyak yang belum mendaftar karena merasa sehat. Padahal sakit tidak bisa diprediksi. Dengan BPJS Kesehatan, kita bisa mendapatkan pelayanan yang layak tanpa takut terbebani biaya. Saya sangat menyarankan masyarakat yang belum memiliki JKN untuk segera mendaftar demi kebaikan keluarga mereka,” ujarnya.
Nurlida menambahkan, manfaat Program JKN sangat besar dengan iuran bulanan yang terjangkau. Dengan menjadi peserta JKN, masyarakat tidak perlu lagi khawatir terhadap mahalnya biaya pengobatan dan dapat merasa lebih aman ketika sakit.
Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan



