Pisang Cavendish Terus Dikembangkan di Jembrana

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com– Pisang Cavendish memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Sehingga petani di Jembrana mulai serius untuk mengembangkan pisang tersebut.

Nyoman Sudana seorang petani di Banjar Segah, Desa Asah Duren, Pekutatan, yang pertama yang mengembangkan pisang Cavendish di Jembrana dan bermitra dengan PT Nusantara Segar Abadi menuturkan mengawali untuk melakukan penanaman pisang Cavendish berkerjasama dengan PT. Nusantara Segar Abadi sekitar 10 bulan yang lalu.

Ditambahnya ketertarikan terhadap pengembangan pisang Cavendish ini, karena dari segi panen, kurun waktu 10 bulan sudah bisa dipanen, selain itu juga program dari PT. NSA yaitu bibit diberikan secara gratis, pendampingan dalam pemeliharaan juga dilakukan secara continue, serta yang terpenting adalah hasil panen seluruhnya ditampung oleh PT. NSA.

“Untuk tahap pertama, menanam 1000 pohon pisang dengan luas tanah 50 are target panen kali ini perpohon kita analisis minimal 21 kg dan maksimal 30 kg lebih, untuk kedepan tentu akan dikembangkan lagi karena lokasi yang kita miliki seluas 1 hektar.

BACA :  Jambret Kalung Turis Malaysia, Driver Ojol Diringkus di Karangasem dan Ditembak

Kita bertahap penanamannya, dan diluar juga petani-petani yang lain beberapa sudah ikut seperti di pekutatan dan medewi dengan total untuk tahun ini sekitar 4 hektar,”ungkapnya.

Terlepas dari itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Bank BRI Cabang Negara yang telah memberikan bantuan berupa sepeda motor roda 3.

“Dengan bantuan itu tentunya mempermudah dalam mobilitas khsusunya mengangkut hasil panen maupun dalam pemeliharaan budidaya pisang Cavendish ini,” ungkapnya.

Sementara Welly Soegiono perwakilan dari PT Nusantara Segar Abadi menyampaikan ini adalah bentuk pemberdayaan lahan-lahan milik petani di Jembrana, dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan pisang local khususnya di Bali, jadi tidak lagi mendatangkan dari Lampung.

Apalagi hal itu juga sesuai dengan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

“Sebelumnya kita dengan perusda terlebih dahulu mengembangkan pisang ini, itu sebagai percontohan guna merangsang para petani untuk ikut berkecimpung mengembangkan pisang Cavendish dan nantinya bukan hanya buah pisang saja, namun buah-buah yang lain juga, karena selama ini buah-buah nasional juga belum dikelola dengan baik.

BACA :  BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Mutu Layanan JKN, Kepesertaan Capai 284,3 Juta

Jadi seperti pisang ini, dikelola dengan baik, dikemas dengan baik, dan dipasarkan dengan baik juga akan menjadikan buah local ini menjadi tuan dirumahnya sendiri,” imbuhnya.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba disela-sela panen perdana pisang Cavendish di Koperasi Mitra Nusantara Abadi Banjar Segah, Desa Asah Duren, Rabu (3/11/2021) mengatakan kedepan makin banyak lagi petani-petani di Jembrana yang mau berkecimpung dalam mengembangkan tanaman holtikultura pisang Cavendish.

“Kedepan, saya berharap lebih banyak lagi petani-petani di Jembrana mau ikut mengembangkan komoditi pisang Cavendish ini, mengingat memiliki potensi yang cukup menjanjikan.

Kemarin kita sudah berhasil mengekspor manggis Jembrana sebanyak 71 ton kenegara China, juga mulai menanam Alpukat kualitas ekspor di KTH, semoga itu semua adalah wujud kebangkitan petani di Jembrana.

Apapun yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan tekun akan menghasilkan sesuatu yang baik. Dari pandemi ini mengajarkan kita semua untuk tekun, harus betul-betul dilakukan dengan serius,” harapnya.

Penulis : Anom
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular