Rabu, Februari 28, 2024
BerandaDenpasarPKM Unwar Kolaborasi Wujudkan Rumah Singgah Harapan Indonesia

PKM Unwar Kolaborasi Wujudkan Rumah Singgah Harapan Indonesia

DENPASAR, balipuspanews.com – Desir angin dibalut keindahan alam Bali, terbersit sebuah cerita yang membanggakan tentang pengabdian dan kasih sayang tanpa batas dari para dosen dan mahasiswa Universitas Warmadewa.

Dengan tekad kuat untuk memberikan bantuan kepada pasien yang berobat di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah/RSUP Sanglah yang menjadi rumah sakit rujukan nasional.

Tim pengabdi Unwar berkolaborasi dengan Yayasan Sahabat Valencia Peduli; Rumah Harapan Indonesia mendirikan rumah singgah di Denpasar. Rumah singgah ini khusus ditujukan bagi pasien muda berusia di bawah 17 tahun yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.

Rumah sakit sering kali menjadi tempat yang melelahkan dan penuh tantangan, terutama bagi pasien yang harus menjalani perawatan jauh dari rumah mereka. Inilah yang mendorong inisiatif mulia ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, tim pengabdi Universitas Warmadewa Denpasar bergotong-royong untuk merealisasikan Perencanaan dan perancangan Rumah Singgah untuk Pasien dari Indonesia Bagian Timur.

Proyek ini bukan hanya sekedar gambar pra rencana, tapi juga menyisipkan proposal yang nantinya untuk membantu penggalangan dana guna pembangunan fisik yang tetap mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.

BACA :  HUT ke-236 Kota Denpasar, Wali Kota Jaya Negara Berkomitmen Tuntaskan Tantangan Pembangunan

Dosen dan mahasiswa berperan aktif dalam merancang dan mengembangkan serta menjaga operasional rumah singgah ini. Dalam perjalanan pengabdian ini, mereka telah merasakan kedekatan dengan pasien-pasien muda dan keluarga mereka, serta menjadi bagian dari perjuangan mereka dalam menghadapi tantangan kesehatan.

Pasien yang datang dari wilayah Indonesia bagian timur sering kali harus menghadapi perjalanan jauh yang melelahkan, ditambah lagi dengan perawatan medis yang berat. Kondisi ini semakin rumit ketika pasien adalah anak-anak dan remaja yang memerlukan dukungan emosional lebih dari orang dewasa.

Oleh karena itu, rumah singgah ini menjadi tempat yang memberikan kenyamanan, kehangatan, dan dukungan untuk pasien dan keluarga mereka.

Di rumah singgah ini, pasien dan keluarga dapat menemukan tempat untuk beristirahat, bersantai, dan berbagi cerita dengan orang-orang yang memiliki pengalaman serupa.

Dosen dan mahasiswa tidak hanya menjadi tuan rumah yang menyediakan tempat menginap, tetapi juga menjadi pendengar yang penuh empati dan motivator bagi para pasien muda ini.

Salah satu dosen Unwar Ni Wayan Nurwarsih mengungkapkan, melalui kolaborasi ini, dosen dan mahasiswa juga belajar banyak tentang keberanian, ketahanan, dan semangat pantang menyerah dari pasien muda yang menghadapi cobaan berat.

BACA :  Diduga Akibat Korsleting Aki, Bengkel Bus Kebakaran, Lima Bus dan Motor Ludes

Mereka bersama-sama menciptakan ikatan yang kuat, membuktikan bahwa kedermawanan dan kasih sayang adalah kekuatan yang mampu mengatasi segala batasan.

“Kami merasa terhormat dan terinspirasi oleh semangat juang para pasien muda ini. Mereka adalah pahlawan sejati, dan kami berharap rumah singgah ini dapat memberikan mereka sedikit kenyamanan dalam perjalanan mereka,” ungkap Nurwarsih.

Lebih jauh disampaikan, dalam dunia yang sering kali terdistraksi oleh kesibukan dan tuntutan sehari-hari, cerita tentang rumah singgah ini adalah pengingat bahwa kasih sayang dan pengabdian tanpa pamrih masih hidup dan berkembang.

“Para dosen dan mahasiswa telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, tekad, dan cinta untuk sesama, kita semua bisa memberikan perubahan positif yang nyata dalam masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular