PLN Tambah Pasokan Listrik 20 MW di Bali, Uji Backfeeding PLTD Sewa Tahap III Berjalan Aman

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Untuk memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Bali, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali melaksanakan proses backfeeding atau uji pemberian tegangan pada fasilitas PLTD Sewa Bali Tahap III berkapasitas 20 megawatt (MW) di Gardu Induk Kubu, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini menjadi bagian penting dalam pengoperasian pembangkit tambahan yang dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan Bali. Tambahan pasokan tersebut dibutuhkan seiring meningkatnya konsumsi listrik, terutama menjelang periode aktivitas pariwisata yang semakin padat, pertumbuhan usaha lokal, serta kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari.

Tahapan Pengujian Dilakukan Bertahap dan Sesuai Standar

Sebelum pembangkit beroperasi penuh, PLN melaksanakan serangkaian pengujian teknis secara cermat dan terukur.

Tahap awal dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh instalasi kelistrikan, termasuk peralatan pengaman dan sistem kontrol, guna memastikan seluruh komponen siap dan aman untuk diberi tegangan.

Selanjutnya dilakukan proses backfeeding, yakni pemberian tegangan awal dari gardu induk menuju sistem pembangkit. Pada tahap ini, petugas memantau parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, dan frekuensi guna memastikan sistem bekerja normal tanpa gangguan.

BACA :  Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, TI Buleleng Jaring Bibit Atlet dan Persiapkan Tim Porprov

Tahap berikutnya adalah pengujian sistem pengaman untuk memastikan mekanisme proteksi berfungsi optimal apabila terjadi gangguan. Langkah ini penting untuk melindungi peralatan serta menjaga keandalan sistem secara keseluruhan.

Setelah itu, pembangkit disinkronkan dengan sistem kelistrikan Bali. Proses sinkronisasi memastikan kesesuaian parameter listrik sebelum daya tambahan disalurkan ke jaringan. Ketepatan pada tahap ini menjadi kunci agar penambahan pasokan berjalan stabil dan aman.

Apabila seluruh tahapan dinyatakan memenuhi standar operasional dan keselamatan, pembangkit akan dioperasikan secara bertahap hingga mencapai kondisi operasi normal.

Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan Bali

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan bahwa proses backfeeding merupakan tahapan krusial yang tidak dapat dilewati.

“Proses ini memastikan seluruh sistem pembangkit dan jaringan benar-benar aman sebelum digunakan secara penuh. Tambahan daya 20 MW ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik Bali tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tambahan pasokan tersebut akan memperkuat cadangan daya sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian sistem.

“Dengan sistem yang lebih kuat, PLN dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil bagi rumah tangga, pelaku usaha, sektor pariwisata, hingga fasilitas pelayanan publik. Ini penting agar aktivitas masyarakat Bali dapat berjalan nyaman dan lancar,” tambahnya.

BACA :  Bupati Badung Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

Komitmen Listrik Andal dan Berkelanjutan

Pelaksanaan pengujian ini menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, potensi gangguan dapat ditekan sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di Bali.

PLN UP2D Bali memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja. Upaya ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali serta memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular