PLN UP2D Bali Gelar Simulasi TPS Limbah B3 untuk Perkuat Keamanan Lingkungan dan Keandalan Listrik

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali menggelar simulasi pengelolaan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Gudang Kapal. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan limbah operasional berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan demi menjaga lingkungan dan mendukung keandalan layanan kelistrikan.

Upaya menjaga lingkungan yang aman dan berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan hidup masyarakat. Keselamatan lingkungan yang terjaga turut berdampak pada keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Simulasi tersebut melibatkan pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) yang bekerja di lokasi TPS Limbah B3. Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar keselamatan dan tidak menimbulkan risiko terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

TPS Limbah B3 merupakan fasilitas untuk menyimpan sementara limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan operasional sebelum dilakukan pengangkutan, pengolahan, atau pemusnahan oleh pihak berizin.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Adapun limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya apabila tidak dikelola secara tepat.

Melalui simulasi ini, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung mengenai tahapan pengelolaan TPS Limbah B3. Tahapan tersebut meliputi identifikasi jenis limbah, pemilahan dan pengemasan sesuai karakteristik, pelabelan dan pencatatan, penempatan limbah sesuai standar keselamatan, hingga simulasi penanganan kondisi darurat apabila terjadi tumpahan atau kebocoran.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.

Pengelolaan TPS Limbah B3 yang dilakukan secara benar dinilai memberikan manfaat strategis bagi masyarakat, antara lain mencegah pencemaran tanah, air, dan udara, mengurangi potensi gangguan kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan.

Selain itu, pengelolaan limbah sesuai standar juga mendukung keandalan sistem kelistrikan karena proses operasional berjalan dengan prinsip keselamatan dan kepatuhan lingkungan.

BACA :  Pohon Beringin Tua Hingga Dua Pelinggih di Pura Desa Adat Buleleng Terbakar

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari penguatan budaya keselamatan dan tanggung jawab lingkungan di lingkungan perusahaan.

“Pelaksanaan simulasi TPS Limbah B3 sangat penting untuk memastikan seluruh pegawai dan TAD memahami setiap tahapan pengelolaan limbah secara aman dan sesuai standar. Pengelolaan limbah yang baik akan mendukung keandalan operasional kelistrikan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan listrik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap seluruh insan perusahaan memiliki kesiapsiagaan yang sama dalam mengelola limbah B3, sehingga operasional kelistrikan dapat berjalan aman, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular