BULELENG, balipuspanews.com – Munculnya informasi di WhatsApp yang menyebutkan Desa Pedawa dan Sidetapa bentrok dan menyebabkan korban jiwa diklarifikasi oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/1/2022) menegaskan, jika berita yang beredar di media sosial termasuk WhatsApp group merupakan berita hoax yang disebar orang tidak bertanggungjawab.
Terkait sebaran foto warga yang terkapar dengan kepala terluka ditegaskan kembali bahwa orang tersebut merupakan warga yang meninggal akibat jatuh dari pohon.
AKP Sumarjaya menyebutkan foto yang beredar adalah korban yang terjatuh dari pohon Sandat tepatnya di sebelah tempat penampungan sampah (TPS) Wilayah Banjar Dinas Seme, Desa Patemon, Kecamatan Seririt.
“Foto yang tersebar itu bukan meninggal akibat konflik tapi memang korban jatuh dari pohon hingga meninggal dunia. Korban bernama Putu Ngurah Mimba,62, asal Banjar Dinas Paneraga, Desa Patemon, Kecamatan Seririt,” ungkap AKP Sumarjaya.
Akibat kejadian tersebut pihak keluarga dari Putu Ngurah Mimba telah merelakan kematiannya yang murni meninggal akibat jatuh dari pohon bunga sandat. Bahkan pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah.
Perlu diketahui beberapa hari sebelumnya foto korban jatuh dari pohon hingga tewas malah dimanfaatkan untuk meresahkan masyarakat. Dimana berita yang beredar berbunyi “Swastiastu, Semeton Unit Seririt, sekedar info mohon di kabarkan ke saudara/keluarga yang akan melewati Desa Sidatapa dan Pedawa agar mencari jalur alternatif lain karna Desa Sidatapa dan Pedawa sedang ada konflik, suksma”.
“Jadi berita yang tersiar di jejaring sosial maupun pada WAG tentang konflik di dua desa itu tidak benar adanya atau Hoax. Kita masih selidiki siapa yang menyebarkan berita bohong tersebut,” pungkasnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



