GIANYAR, balipuspanews.com – Serangan hama lalat buah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha tani jeruk di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.
Hama tersebut disebut sebagai penyebab utama menurunnya produktivitas hingga menggagalkan hasil panen petani pada setiap musim panen.
Kepala Desa Buahan Kaja, I Wayan Wirtama, mengungkapkan bahwa serangan lalat buah merupakan persoalan paling dominan yang dihadapi petani jeruk di wilayahnya dibandingkan dengan berbagai kendala pertanian lainnya.
“Lalat buah menjadi penyebab utama gagalnya hasil panen petani. Fase penyebab kegagalannya memang paling dominan karena lalat buah,” ujar Wirtama saat menyampaikan kondisi yang dihadapi para petani.
Menurutnya, dampak serangan hama tersebut cukup signifikan karena dapat mengurangi hasil produksi jeruk hingga 20–30 persen setiap musim panen.
“Yang menyebabkan hasil panennya berkurang itu bisa sampai 20 hingga 30 persen setiap panen,” katanya.
Wirtama menjelaskan, tingkat kerusakan yang ditimbulkan lalat buah jauh lebih besar dibandingkan gangguan lain, seperti pembusukan pada batang maupun cabang tanaman. Pada kasus pembusukan, petani masih memiliki peluang untuk melakukan pemangkasan sehingga tanaman dapat kembali tumbuh dan berproduksi.
“Kalau busuknya sebagian masih bisa dipotong, nanti akan muncul cabang baru. Dengan pemeliharaan yang bagus tanaman masih bisa berbuah kembali,” jelasnya.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Desa Buahan Kaja berharap adanya keterlibatan kalangan akademisi untuk membantu petani menemukan solusi pengendalian hama yang lebih efektif melalui inovasi teknologi maupun pendampingan budidaya pertanian.
Salah satu harapan tersebut ditujukan kepada Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa agar dapat berkontribusi dalam pengembangan metode pengendalian lalat buah yang tepat guna dan mudah diterapkan oleh petani.
Selain pengendalian hama, para petani juga membutuhkan peningkatan kapasitas terkait pengolahan pupuk, teknik pemupukan yang benar, serta pemeliharaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas kebun jeruk.
“Karena ini hama yang paling dominan menyerang, kalau bisa dikendalikan tentu akan berdampak besar terhadap peningkatan pendapatan petani,” tegas Wirtama.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa, I Gusti Bagus Udayana, menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang tepat dalam mendukung kesehatan tanaman dan produktivitas kebun jeruk.
Ia menyoroti masih adanya kebiasaan sebagian petani yang menggunakan kotoran ternak secara langsung tanpa melalui proses fermentasi terlebih dahulu.
“Harus difermentasi dulu. Jangan langsung menuangkan kotoran ternak ke tanaman karena respons tanaman akan lambat,” ujarnya.
Menurut Udayana, penerapan praktik budidaya yang baik, pengelolaan pupuk yang tepat, serta pengendalian hama secara berkelanjutan merupakan langkah penting untuk menjaga produktivitas tanaman jeruk di kawasan Payangan.
Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan perguruan tinggi, diharapkan berbagai persoalan yang selama ini menghambat produksi jeruk dapat diatasi sehingga hasil panen dan kesejahteraan petani semakin meningkat.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



