NEGARA, balipuspanews.com – Warga Desa Perancak, Kecamatan Jembrana yang tinggal disekitar penangkaran penyu Kurma Asih, Selasa (28/7) pagi dikagetkan dengan suara gemuruh yang datang tiba-tiba. Suara gemuruh itu ternyata dari angin puting beliung yang menghancurkan sebuah warung lesehan.
Angin puting beliung itu, terjadi sekitar pukul 07.30. Angin yang datang tiba-tiba itu dengan cepat melintas dan menyapu semua yang dilewati. Yang paling parah adalah warung lesehan milik Gede Arjunaya (36), yang berlokasi di dekat kelompok pelestari penyu, Kurma Asih
Akibat amukan angin puting beliung itu bangunan warung lesehan tersebut hancur. Atap bangunan yang terbuat dari seng berterbangan dan jatuh disekitar lokasi.
Beruntung saat itu tidak ada orang didalam warung sehingga tidak ada korban.
“Suara gemuruh itu awalnya saya kira hujan. Ternyata angin puting beliung yang merusak warung saya,” ujar Arjunaya.
Sementara itu Perbekel Perancak Nyoman Wijana saat dikonfirmasi mengatakan setelah mendapat informasi ada angin puting beliung bersama aparat desa dan banjar langsung ke lokasi bencana untuk melakukan pengecekan termasuk melakukan pendataan kerusakan bangunan milik warga.
Dari pengecekan tersebut, dipastikan hanya satu warung lesehan tersebut yang terdampak dan mengalami kerusakan parah.
“Untuk rumah warga, tidak ada yang rusak akibat angin puting beliung itu,” ujarnya.
Penulis : Anom
Editor : Oka Suryawan



