Ribuan Warga Hadiri Puncak Karya Agung di Pura Dasar Bhuana Gelgel Klungkung

- Advertisement -
- Advertisement -

Semarapura,balipuspanews.com- Tarian sacral Bala Baris Oncer Ganda yang terakhir ditarikan 500 tahun lalu saat ritual Homa Yadnya menyempurnakan Puncak Karya Agung  Pengebek,Pengenteg, pengodal  dan paselang di Pura Dasar Bhuana Gelgel, Senin ( 31/12/2018).

Prosesi yang bertepatan dengan Soma Kliwon Kuningan atau Pemacekan Agung itu dihadiri wakil gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berserta Nyonya Ayu Suwirta, Ide Dalem Semaraputra serta tokoh Puri Payangan, Puri Ubud dan Puri Peliatan.

Wakil Gubernur dan Bupati Klungkung ikut ngayah mundut tapakan ide bhatara saat ider buana metiti mamah menginjak kepala kerbau bertanduk emas.

Koordinator Upakara Karya, Dewa Ketut Soma menyatakan, saat puncak piodalan ada tiga tahapan prosesi yang digelar di tiga tempat.

“ Pelaksanaan Puncak Karya Pengebek ,Pengenteg, Pengodal dan Peselang  ini yang bertepatan dengan Pemacekan Agung dipuput puluhan pendeta /Ide peranda  ini dilaksanakan di Pura Pusering Jagat ,Peselang dan Pura dasar Buana, Gelgel, Klungkung,”ujar Dewa Ketut Soma.

Tahapan pertama dilaksanakan sekitar Jam 9.00 Wita  dilakukan Upakara di  Pura Pusering Jagat, Pura Yasa, dan pasucian Taman Beji. (Upacata pengebeg, pengenteg dan  piodalan). Sedangkan tahapan yang kedua  kedua dilaksanakan sekitar  jam 13.00 Wita  digelar di pura Dasar Bhuana, Bale agung, dan Pura Melanting. Adapun ritual ini dipertunjukkan Tarian Bala Baris Oncer Ganda yang ditarikan pertama kali setelah 500 tahun ritual Homa Yadnya digelar di Pura dasar Buana,Gelgel,KLungkung bertepatan denga  Puncak Karya . Adapun jumlah penari yang disaratkan adalah 9 penari dengan posisi 4 dikiri dan 4 dikanan serta seorang ditengah sebagai pimpinan pasukan Bala Oncer Ganda.

BACA :  Ida Betara Pura Manik Bingin Gelar Melasti dan Mendak Tirta Kamandalu di Segara Watu Klotok

Sementara jam 15.00 Wita dilaksanakan upakara tahapan yang  ketiga (mapeselang) digelar di Pura Dasar Bhuana.  Dalam ritual ini dimana semua prelingga, Betara tapakan, melinggih ring bale gajah. Sedangkan sebagai Nyaksiang pelaksanaan Karya ini Ide Betare Pura Dalem di Gede, Dalem Nyuh Aya dan  Dalem Kerti ikut ngiringang pemargi ritual metiti mamah nginjak kepala kerbau yang bertanduk emas ini.

Sementara itu  Jro Bendesa Pekraman Gelgel Putu Gde Arimbawa menyatakan bahwa puncak Karya Agung Mamungkah,Nubung Pedagingan,Ngenteg Linggih,Padudusan Agung, bertepatan dengan soma Kliwon Kuningan merupakan tahapan yang ke 21 dari seluruh 33  rangkaian Upakara Karya yang dilaksanakan adalah upakara Pengenteg ,Pengebek dan Pengodal. Sementara paginya dilaksanakan Upakara di Pura Pusering jagat,Pura Yase dan Pura Beji dan siang ini di Pura dasar Buana dilaksanakan Upakara Pengenteg,Pengebek lan Pengodal.

“ Setelah ini usai di Pura dasar Buana lalu dilanjutkan dengan Puncak Karya tahapan ketiga yang dilaksanakan di Peselang dimana semua Ide Betare Puseh,Dalem lan Bale Agung  yang ngiring katuran di Peselang,”terang Bendesa Putu Gde Arimbawa.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

Adapun tari tarian sakral yang ditampilkan selama Puncak Karya antara lain Tari Baris Oncer Ganda tarian yang baru setelah 500 tahun sekali ditampilkan karena belum pernah dipentaskan sebelumnya.Tarian Rejang Rentet yang ditarikan ratusan ibu ibu serta Tpeng Side Karya dan Wayang Gedogan

“ Karena upacara Karya Agung maka pada  hari itulah dipentaskan. Tari Baris Oncer Ganda ini berupa senjata tombak, dan oncernya ditombak diisi tanda ganda (kuli  Jagung kering)  dan ini adalah pasukan Kerajaan Gelgel tempo dulu dan terkahir dipentaskan 500 tahun yang  lalu. Dan Tarian berikutnya tarian  Sakral Tari Rejang ,”ujar Putu Gde Arimbawa menambahkan.

Menurutnya Pasukan Kerajaan gelgel ada  dua yaitu Pasukan Oncer Ganda (tukang gebuk) dan Pasukan Dulang Mngap (pasukan bertahan). Mengapa baru sekarang ditampilkan Tarian Baris Oncer Ganda ini karena kesulitan nedunan tombak yang kini disakralkan dan disimpan di Pejenengan Puri gelgel.

Usai upakara Puncak Karya Ngenteg linggih, dan Padudusan Agung ini ide Betare Pura Dasar Buana,Gelgel,KLungkung ini ide betare nyejer selama  11 hari. Dan  Ide betare Pura dasar Buana akan disineb  pada  11 Januari 2019 yang akan datang. Dilanjutkan dengan ritual Meajar-ajar yang akan dilaksanakan  tanggal 14 Januari 2019 .

BACA :  WNA Inggris Ditemukan Tenggelam Saat Berenang di Crystal Bay Nusa Penida

Dari pantauan selama Pelaksanaan Puncak Karya ini tampak ribuan pemedek dari sejebag Bali ikut datang berdesakan datang tangkil bertepatan dengan Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel,KLungkung yang juga merupakan Pura Kahyangan jagat di Bali.

Sementara itu Bupati KLungkung Nyoman Suwirta menyatakan rasa sukurnya bisa mengikuti ritual Karya Agung dfi Pura dasar Buana,Gelgel,Klungkung ini sampai usai. Dirinya  berharap setelah ritual Karya ini usai bisa membawa keberkahan dan kedamaian serta kesejahteraan bagi masyarakat (Roni)

 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular