SEMARAPURA, balipuspanews.com–
Tampil maksimal di ajang Porprov Bali XV 2022, Kabupaten Klungkung bertengger di urutan kelima dari sembilan kabupaten/kota yang ikut berlaga. Tim kota serombotan meraih 25 emas, 42 perak, dan 63 perunggu dari 40 cabang olahraga yang diikuti.
Atas prestasi tersebut, KONI Klungkung sangat mengapresiasi perjuangan atlet dan bersyukur atas capaian yang diraih kendati sarana prasarana yang digunakan untuk persiapan menyambut ajang tahunan sangat terbatas.
“Ini sudah dianggap sangat baik bagi Klungkung, ditengah segala keterbatasan mulai dari persiapan, sarana prasarana, hingga anggaran yang disiapkan. Dengan posisi ini, KONI Klungkung kedepan akan fokus membangun pemahaman yang sama antar stakeholder di Klungkung tentang olahraga,” kata ketua KONI Klungkung I Wayan Subamia, Jumat (2/12/2022).
Lebih lanjut, Wayan Subamia mengatakan, sejak awal memang memasang target finish di posisi tengah pada Porprov Bali ke XV tahun 2022. Jika mempertimbangan kondisi demografis dan kondisi anggaran, posisi 5 bagi Klungkung sudah sangat baik.
“Hasil di posisi 5 ini, sudah patut sangat kita syukuri,” ungkapnya.
Pihaknya merinci, perolehan medali emas terbanyak didapatkan dari cabor Muaytai dengan 6 medali emas, sekaligus membawa Klungkung sebagai juara umum pada cabor ini.
Disusul cabor wushu dengan tiga medali emas, serta cabor selam dan yudo masing-masing 2 medali emas.
“Beberapa cabor yang tidak kami unggulkan, berhasil meraih emas seperti misalnya cabor balap sepeda dan angkat besi putri,” jelasnya.
Sementara ada juga beberapa cabang unggulan yang diunggulkan, justru gagal meraih emas maksimal. Seperti tenis meja, karate, dan panjat tebing, cabor renang yang biasanya selalu mendulang emas namun kali ini nihil.
“Karate ada beberapa kendala, karena ada atlet kami yang harus menjalankan tugas lain di luar olah raga. Sementara panjat tebing memang sedang regenerasi atlet,” ungkapnya.
Kedepan, katanya evaluasi terus akan dilakukan terhadap cabor-cabor yang tidak berkembang. Jika suatu cabor tidak menunjukan tren positif, akan dibekukan agar dan fokus mengembangkan cabor unggulan.
“Jika ada cabor yang jelas jelas tidak menorehkan prestasi dan tidak mau berbenah ya kita bekukan saja cabornya,” ujarnya tegas.
Sementara pihak KONI Klungkung kedepan juga akan aktif membangun pemahaman yang sama antar stakeholder di Klungkung tentang olahraga.
Mengingat suatu olahraga tidak hanya bisa dilihat sebatas dari peringkat, tapi dari proses dan membangun pondasi awal dari atlet.
“Kami akan membuat kegiatan, yang mengungdang seluruh stakeholder mulai dari masyarakat, pejabat, LSM, hingga netizen untuk membangun persepsi yang sama tentang olahraga di Kabupaten Klungkung,” pungkasnya.
Penulis: Roni
Editor: Budiarta



