SEMARAPURA,balipuspanews.com- Keberadaan gepeng(Gelandangan dan Pengemis red) makin hari makin masif perkembangannya kini malah menyebar bukan saja ditengah tengah pasar baik di pasar Kota Semarapura maupun di pasar Galiran KLungkung. Kini mereka malah menyebar mendatangi warga di pedesaan dan mereka berani dari door to door untuk mengepeng meminta minta. Tentu saja kondisi ini memantik keprihatinan warga masyarakat maupun warga yang sedang berbelanja ditengah pasar. Namun kondisi paling parah dikatakan paling banyak gepeng beroperasi ditengah tengah pasar Senggol yang ada dikota Semarapura,KLungkung.
Seorang pengunjung pasar Senggol sebut namanya Ketut Agus ditemui Rabu (16/1/2019) sore yang mengaku dari kawasan Gelgel mengaku sangat terusik dan terganggu dengan ulah para gepeng ini. Hal itu dikatakan Ketut karena saat dirinya makan di pasar Senggol dirinya sampai sempat dicubit cubit dan dicolek colek para gepeng cilik yang saat beroperasi didampingi orang tua mereka , saat mereka sedang makan.
Dirinya merasa tidak nyaman berada di pasar Senggol sedang makan diusik gepeng. Dia juga mengaku sangat priharin melihat banyaknya gepeng cilik yang beroperasi ini.
“ Kalau nanti mereka besar mereka mau jadi apa jika dibiasakan berbuat menggepeng saban hari. Bisa biisa nanti mereka melacurkan diri demi mendapatkan uang yang banyak,” ujar Ketut prihatin.
Salah seorang gepeng wanita cilik yang ditemui dipasar Senggol mengaku bernama Wulan mengaku dari Kedampal. Namun pengakuan mereka kemungkinan bohong karena wartawan yang mau menanyakan sesuatu pada mereka malah menghindar berlari kecil takut dipoto wartawan.
Melihat kondisi keberadaan gepeng yang sudah sangat mengganggu ini Kabid Ketertiban Umum Nengah Tambun ditemui Selasa( 15/1/2019) mengaku sudah mendapatkan laporan terkait banyaknya gepeng yang beroperasi dipasar baik dipasar Kota Semarapura maupun yang beroperasi dipasar Galiran.
“ Saya turunkan Staf saya sekitar 15 personil Satpol PP Klungkung untuk melakukan sidak mendadak di pasar Kota Semarapura, namun rupanya mereka mencium kedatangan kita satupun tidak ada nongol dan hasilnya nihil,”Ujar Nengah Tambun ditemui dipasar kota semarapiura saat melakukan sidak.
Sayangnya label nama dirinya dilepas tanpa tanda pengenail saat bertugas, padahal seluruh anggota Satpol PP lainnya yang bertugas lengkap memakai label nama dirinya masing masing.
“ Kok pak lepas lebel nama bapak? Tanya wartawan. Dengan gelagapan dia mengaku bernama Nengah Tambun Kabid Ketertiban umum. Dia beraalasan melepas label namanya untuk menjaga keamanan dirinya saat bertugas. Jelas nya mengapa sampai lepas label nama? Jelas tidak bisa dibenarkan saat bertugas harus lengkap jati diri petugas. (Roni)



