MPLS Online yang dilakukan SMK Prada.
MPLS Online yang dilakukan SMK Prada.

BADUNG, balipuspanews.com – Segala persiapan telah dilakukan oleh Lembaga Pendidikan atau Sekolah untuk memasuki tahun ajaran baru. Beberapa Sekolah telah mensiasati kegiatan-kegiatan nantinya yang akan tetap melalui online.

Salah satunya ialah, SMK Pariwisata Dalung atau Prada yang adakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS dengan sistem daring.

MPLS dengan sistem daring ini dihadiri oleh seluruh siswa yang telah mendaftar untuk bersekolah di SMK Prada. Saat ditemui pada, Senin (13/7/2020), Pembina Yayasan SMK Prada, Ketut Suanaya mengatakan, kegiatan MPLS melalui daring ini berjalan lancar.

“Kegiatan nya lancar, bahkan ada dua orang siswa yang masih di Lampung dan Bangli dapat mengikuti kegiatan MPLS dengan sistem daring atau online,” ungkap, Ketut.

Dan materi yang diberikan saat MPLS melalui daring yang pertama adalah wawasan wiyata mandala tentang profil Sekolah yang dikenalkan melalui video-video, yang kedua adalah mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta profil-profil dari bapak atau ibu guru yang akan mengajar nanti dan tata tertib sekolah.

Sementara saat ditanyai mengenai efektivitas MPLS online ini, Kepala Sekolah SMK Prada, Ni Putu Trisnawati mengatakan,
untuk efektivitas siswa mengikuti MPLS online, para pengajar SMK Prada berikan kuis dari materi narasumber untuk siswa. Tujuan nya adalah untuk mengetahui konsentrasi para siswa saat mengikuti MPLS online ini.

Memang MPLS secara online ini mau tidak mau menjadi pembiasaan bagi tenaga pengajar, tentunya ada rasa yang berbeda yang dulunya kegiatan MPLS dilakukan secara konvensional atau bertemu tatap muka dengan sekarang.

“Untuk efektivitasnya memang kita tidak dapat melihat secara langsung reaksi siswa. Tetapi tidak mengurangi makna kegiatan MPLS. Terbukti dari kuis yang diberikan oleh panitia para siswa menjawabnya dengan cepat,” kata, Putu.

MPLS melalui online ini menggunakan 9 leptop untuk 8 kelas. Dan masing-masing kelas memiliki media atau alatnya sendiri, lalu ditunjang juga dengan PC atau komputer, sehingga jumlah keseluruhan laptop dan PC untuk menunjang kegiatan MPLS online ini berjumlah 32 buah. Serta jumlah operator 8 orang dibantu dengan wali kelas 8 guru. Wali kelas sendiri berperan memonitoring absen siswa yang mengikuti MPLS.

“Total keseluruhan siswa yang mengikuti MPLS online ini berjumlah 252 siswa yang dibagi menjadi 8 kelas. Sementara terdapat 8 siswa yang mengikuti MPLS online dari luar Bali, yaitu dari Lampung dan Jawa,” tambahnya. (*)

Penulis : Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

Facebook Comments