NEGARA, balipuspanews.com – Untuk mengantisipasi ada hewan kurban baik sapi dan kambing yang akan dipotong saat hari raya Idul Adha, nanti, ada yang terjangkit penyakit, Jumat (9/8) petrugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana melakukan pemeriksaan.
Hewan kurban yang dijual puluhan pedagang itu diperiksa kesehatanya.
Untuk Idul Adha ini, di jembrana ada 61 pedagang yang menjual ratusan ekor hewan kurban baik sapi maupun kambing. Pedagang hewan kurban itu tersebar di lima kecamatan yang ada di Jembrana.
Satu persatu hewan kurban yang dijual pedagang diperiksa dengan pola antomortem atau pemeriksaan luar. Selain dkilihat anatomi dan kondisi tubuhnya, mulut, gigi dan hidung serta mata hewan kurban itu juga diperiksa sertta umurnya. “Pemeriksaan hewan kurban ini kita lakukan untuk menjamin hewan kurban yang dijual pedagang itu sehat dan daginya layak untuk dikonsumsi,” ujar Kabid Keswan dan Veteriner dinas Pertanian dan Pangan pemkab Jembrana I Wayan Widiarsa.
Menurut Widiarsa, pemeriksaan kesehatan hewan kurban di penjual hewan kurban ini untuk mengantisipasi lebih awal jika penyakit Jembrana, antrax dan diare pada sapi serta peneomonia atau penyakit pada saluran pernafasan yang biasa terjadi pada hewan kurban jenis kambing.
Dari hasil pemeriksaan hewan kurban di 61 titik penjual hewan kurban tidak ada ditemukan hewan kurban yang terjangkit penyakit atau tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.
“Kita periksa untuk antisipasi penyakit Jembrana kemudian DVD devain diare untuk sapi. Dan untuk kambing newunomia atau penyakit ernafasan. Dari pemeriksaan yang kami lakuikan belum ada yang ditemukan terjangkit penyakit dan mudah-mudahan tidak ada yang terjangkit penyakit,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan luar saat hewan kurban itu masih di pedagang, lanjut Widirasa pemeriksaan
antemortem sebelum di potong saat hari raya Idul Adha juga kembali dilakukan. “Setelah diporong kita juga melakukan pemeriksaan postmortem atau pemeriksaan organ dalan dan daging hewan kurban itu, sehingga tidak sampai ada daging yang tidak layak, nanti dikonsumsi oleh masyarakat,” terangnya. (nm/bpn/tim)



