TAMPAKSIRING, balipuspanews.com- Pangrupukan Nyepi telah lewat beberapa hari. Namun, daya tarik ogoh – ogoh yang diarak saat malam pangrupukan tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik ( Wisdom) dan wisawatan asing ( Wisman). Seperti terlihat di jaba Pura Banjar Kelodan, Tampaksiring, Gianyar, Minggu ( 10/3/2019).
Dari pengamatan Balipuspanews.com, nampak Wisman dan Wisdom berhenti saat melihat ogoh – ogoh berdiri di jaba pura. Lokasi yang percis ditikungan itu memang kerap dijadikan warga banjar Kelodan memajang ogoh – ogoh setelah pangrupukan.
” Kebetulan saya datang dari Tirta Empul. Pas melihat ogoh – ogoh langsug berhenti,” kata Faizal, warga Surabaya yang mengisi liburan di Bali kepada Balipuspanews.com
Menurut pria bertubuh jangkung itu, warga Bali sangat kreatif dan mampun menciptakan seni yang berkesinambungan. Ini dibuktikan wujud ogoh- ogoh selalu berubah setiap tahunnya.
“ Waktu ini saya melihat pawai ogoh- ogoh di Puputan Denpasar,” sebutnya.
Selain dibanjar Kelodan, di Gianyar banyak ogoh – ogoh usai pangrupukan menjadi pajangan dipinggir jalan. Ini berbeda dibandingkan tahun- tahun sebelumnya, dimana ogoh- ogoh langsung dibakar begitu usai diarak. ( bas)



