GIANYAR, balipuspanews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama membuka Musrenbang Tematik Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) dan Rembug Stunting Kabupaten Gianyar, Kamis (12/3/2026) yang dilaksanakan secara daring.
Sekda yang akrab disapa Gus Bem menjelaskan bahwa stunting merupakan salah satu isu strategis pembangunan yang memerlukan perhatian serta kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, kualitas sumber daya manusia, serta produktivitas generasi di masa mendatang.
Ia melanjutkan, Musrenbang Tematik Stunting yang dilaksanakan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa perencanaan program dan kegiatan yang disusun benar-benar mendukung upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting secara efektif dan tepat sasaran.
“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Gus Bem juga menekankan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penguatan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“TPPPS memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai program lintas sektor yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, saya berharap TPPPS di semua tingkatan dapat semakin aktif melakukan koordinasi, monitoring, serta memastikan konvergensi program berjalan dengan baik hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran,” paparnya.
Gus Bem juga menekankan pentingnya penentuan prioritas kegiatan melalui mekanisme tagging atau penandaan program stunting dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Perangkat daerah diharapkan dapat melakukan identifikasi secara tepat terhadap program dan kegiatan yang berkontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap percepatan penurunan stunting, sehingga prioritas intervensi dapat direncanakan secara lebih terarah dan terukur.
“Ketiga, saya juga menekankan pentingnya ketepatan pemenuhan data pada 31 indikator layanan intervensi spesifik dan sensitif serta ketertiban dalam penginputan data dan pelaporan pelaksanaan aksi konvergensi stunting melalui aplikasi Web Aksi Bangda. Aplikasi ini merupakan instrumen nasional yang digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan aksi pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” tegasnya.
Oleh karena itu, Sekda Gianyar berharap seluruh perangkat daerah yang terlibat dapat memastikan data yang diinput lengkap, akurat, dan tepat waktu sehingga capaian kinerja daerah dapat terpantau dengan baik.
Di sisi lain, Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar I Made Arianta menjelaskan bahwa Kabupaten Gianyar telah menunjukkan kinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan meraih peringkat kedua secara nasional.
“Kita merupakan kabupaten dengan kinerja terbaik nomor dua secara nasional dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting, sehingga mendapatkan insentif fiskal dari pemerintah pusat. Alokasi dananya, sesuai arahan Pak Sekda, kita gunakan dalam kegiatan intervensi stunting,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Made Arisani memaparkan bahwa berdasarkan data e-PPGBM per 6 Desember 2025, hasil pengukuran serentak yang dilakukan pada November menunjukkan terdapat 991 balita teridentifikasi stunting dari total 25.896 balita yang diukur.
Jika dipersentasekan, capaian tersebut berada di angka 3,8 persen. Angka ini dinilai cukup baik jika dibandingkan dengan target Kabupaten Gianyar tahun 2025 sebesar 5,3 persen, sehingga hasil pengukuran serentak tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan.
“Target nasional indikator program Kesga Gizi sebesar 18,8 persen. Capaian Gianyar sebesar 3,8 persen lebih rendah dari target indikator program gizi. Meskipun secara persentase tergolong rendah, Pemerintah Kabupaten Gianyar tetap memandang 991 balita tersebut sebagai prioritas utama yang memerlukan penanganan lintas sektor secara intensif dan tetap menjadi permasalahan yang harus ditangani,” jelasnya.
Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan



