TEGALLALANG, balipuspanews.com – Lembaga pelatihan kerja (LPK) Venus Tourism Akademi terus berinovasi untuk membuka peluang kerja ke luar negeri. Kali ini, LPK yang beralamat di Banjar Penusuan, Tegallalang itu menjalin kerjasama dengan Kampus Stamford College Australia.
CEO LPK Venus Tourism Academy, I Wayan Pasek Adiputra kepada balipuspanews.com, Sabtu (9/8/2025) mengatakan, MoU dengan Stamford College sudah berlangsung bulan Juli 2025 lalu.
“Dari pihak Stamford College langsung ditandatangi oleh CEO Mr Kamlesh Patel,” kata Pasek Adiputra.
Pasek menambahkan, program tersebut adalah dalam rangka belajar sambil bekerja dan tinggal di Australia.
“Ini merupakan jalur yang sangat bagus untuk menjadi permanent resident di Australia,” kata Pasek.
Pria yang sudah berkeliling lebih dari 50 negara ini menguraikan, program ini terbuka untuk anak muda usia 18 sampai 30 tahun dengan latar pendidikan sekolah pariwisata atau sekolah umum. Selain itu, anak-anak yang punya kemampuan arsitek atau teknik sipil juga bisa mengikuti program ini.
“Visa yang digunakan adalah sub clas 500 atau student visa. Dengan visa tersebut, memiliki kewajiban belajar 20 jam perminggu. Dan, sisanya bisa digunakan untuk bekerja di Australia,” sebut Pasek.
Nantinya, setelah lolos visa plus 500, peserta yang mengikuti program bisa mendapatkan visa 485 atau graduate visa.
“Dengan visa ini mereka minimal bisa bekerja sebagai supervisor di Australia. Pemegang visa 485 memiliki potensi besar menjadi permanent resident di Australia,” tegas Pasek.
Lantas apakah sudah ada peserta yang mendaftar? Pasek menegaskan, untuk kloter pertama atau batch satu, akan berangkat 10 Agustus 2025.
“Perdua bulan sekali dengan jumlah 25 peserta kita berangkatkan ke Australia,” sebutnya.
Ditanya soal biaya? Pasek Adiputra mengaku pihak Venus akan memberikan dana talangan sebesar Rp 100 juta sampai 120 juta perorang.
“Intinya kita slalu mensupport mereka akan bisa belajar sambil bekerja,” ujarnya.
Penulis/Editor: Oka Suryawan



