BULELENG, balipuspanews.com – Bulan Mei 2025 bisa dikatakan menjadi momentum sangat bersejarah khususnya bagi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Ditanggal 8 Mei 2025 Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2025 yang menandakan perubahan status kampus menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan.
Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., ditemui pada Rabu (28/5/2025) menyampaikan bahwa salinan Perpres telah diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro kepada Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam seremoni di Gedung Sekretariat Negara, Senin (26/5/2025). Turut hadir menyaksikan penyerahan, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., dan Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si.
Dengan demikian pihaknya secara langsung harus sesegera mungkin menyiapkan langkah-langkah strategis untuk transisi kelembagaan. Salah satu yang sedang di kejar yakni menyusun Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) serta statuta baru sebagai dasar hukum operasional institut.
Langkah penting lainnya adalah melakukan migrasi data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Proses ini mencakup data mahasiswa, dosen, serta aset dan identitas kelembagaan.
Kemudian langkah pentung lainnya yang sedang dikebutnya diantaranya melakukan rebranding identitas kampus. Secara resmi kampus bernama Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, akan tetapi untuk mempermudah komunikasi di publik, maka dipopulerkan dengan singkatan IMK atau Institut Mpu Kuturan.
“Kami akan merebrending kampus ini dengan tampilan IMK, ini lebih simpel pendek jelas dan terukur,” ujarnya.
Disamping itu, untuk proses peresmian IMK-Bali, kata Prof Swindia akan diresmikan dalam waktu dekat sehingga dapat memenuhi amanah Presiden menjadikan perguruan tinggi sebagai ujung tombak yang dapat mempresentasikan kemajuan masyarakat.
“Peresmian IMK-Bali yang akan dihadiri Bapak Menteri juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan peran serta perguruan tinggi Agama Hindu dalam pembangunan daerah di Bali, khususnya Buleleng,” pungkasnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



