Selasa, April 16, 2024
BerandaBulelengTak Bisa Berjualan Lagi, Pedagang Pasar Tumpah Mengeluh ke DPRD

Tak Bisa Berjualan Lagi, Pedagang Pasar Tumpah Mengeluh ke DPRD

BULELENG, balipuspanews.com – Sejumlah perwakilan pedagang Pasar Tumpah di Pasar Anyar Singaraja, pada Jumat (10/2/2023) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Buleleng.

Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan aspirasi berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah tentang proses penataan khususnya di areal Pasar Anyar Singaraja yang mengakibatkan sekitar 150 pedagang Pasar Tumpah tidak bisa lagi berjualan.

Koordinator aksi, Ketut Suartika mengatakan pihaknya bersama beberapa perwakilan dari pedagang pasar tumpah khususnya yang tidak memiliki tempat di dalam pasar baik di lantai 1 dan 2. Berharap agar bisa diberikan kembali berjualan dilokasi yang rencananya dilakukan penataan.

Sebab berdasarkan data ada sekitar 150 pedagang tercatat tidak memiliki tempat atau los dan sudah tidak diberikan berjualan dari sebelum datangnya Presiden Jokowi ke Pasar Anyar.

Suartika bahkan menyebutkan bahwa para pedagang akan siap mengikuti apapun ketentuan dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar asalkan mereka bisa diberikan kembali berjualan atau mengais rezeki di lokasi yang sebelumnya dijadikan tempat berjualan.

“Sejak sebelum datang Presiden Jokowi sudah tidak bisa berjualan lagi. Sehingga yang menjadi kekhawatiran kita bersama para pedagang pasar tumpah yaitu masalah perut. Apalagi beberapa kali kita sudah tidak bisa berjualan lagi di lokasi sebelumnya,” ungkap dia.

BACA :  Pj Bupati Jendrika Buka Lokasabha V PHDI Kabupaten Klungkung

Disisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna bersama dengan Anggota menerima secara langsung keluhan para pedagang tumpah khususnya yang selama ini berjualan di seputaran Jalan Durian, Semangka, dan Jalan sawo menilai bahwa persoalan tersebut memang kompleks.

Apalagi disatu sisi melihat kondisi di Pasar Anyar Singaraja yang selama ini kurang tertib. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dasar mengapa PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengambil kebijakan untuk melakukan penertiban.

Puncaknya yakni ketika para pedagang yang memiliki los atau tempat malah turun ikut berjualan bersama para pedagang pasar tumpah yang tidak memiliki los atau tempat di Pasar.

“Disini perlunya pikiran yang terbuka, dari pemerintah kabupaten untuk mencarikan solusinya. PD Pasar dan pedagang harus duduk bersama untuk berdiskusi agar bagaimana para pedagang bisa tetap berjualan dengan tertib rapi sehingga tidak menggangu masyarakat dan mereka bisa mencari nafkah,” terang Supriatna.

Pihaknya pun melihat jika persoalan yang terjadi juga dikarenakan ditutupnya Pasar Tumpah yang di Pasar Banyuasri, sehingga penyelesaiannya menurut politisi asal Desa Tejakula ini harus dilakukan secara pararel agar kejadian yang sama tidak berlarut-larut.

BACA :  Serangkaian HUT Kota Gianyar Ke-253, Pj Bupati Gianyar Dewa Tagel Buka Pameran Dagang Lokal IKM

“Kita akan sampaikan apa keinginan para pedagang kepada PJ Bupati dan PD Pasar agar bisa menemukan jalan keluar atau jalan tengah untuk jangka pendek maupun panjangnya. Sehingga tidak ojog-ojog melakukan eksekusi tanpa solusi,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular