Kamis, Oktober 29, 2020
Beranda Bali Buleleng Tak Sesuai Kondisi Dilapangan, GTPP Buleleng Siap Cabut Surat Keterangan Aman Covid-19

Tak Sesuai Kondisi Dilapangan, GTPP Buleleng Siap Cabut Surat Keterangan Aman Covid-19

BULELENG, balipuspanews.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Senin (22/6/2020) kembali bergerak cepat untuk menindak lanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran Gubernur Bali tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19 di Masa Pendemi.

GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng saat ini telah menetapkan beberapa syarat dalam pengajuan surat permohonan keterangan aman covid.

Dalam pembahasan syarat tersebut yakni penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan beribadah masing masing umat. Selain itu, rumah ibadah juga harus mengantongi surat keterangan aman covid-19.

Dengan adanya hal tersebut pihaknya juga mengintruksikan kepada para Camat untuk mengkordinir verifikasi rumah ibadah bagi umat yang mengajukan surat permohonan di daerahnya, akan tetap selain hal itu beberapa syarat dalam verifikasi itu harus dipenuhi

Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris GTPP Kabupaten Buleleng menjelaskan bahwa rapat kali ini diselenggarakan untuk membahas teknis dari pelaksanaan verifikasi rumah ibadah agar aman dari covid-19.

Setelah dilaksanakan verifikasi pihaknya akan melakukan rapat untuk memutuskan rumah ibadah boleh beroperasi atau tidak. Pelaksanaan verifikasi akan dilakukan pada hari Selasa (23/6/2020).

Bahkan nantinya pelaksanaan verifikasi tidak membutuhkan waktu yang lama dan prosesnya tidak susah. Sementara itu pihaknya mengungkapkan sudah ada beberapa rumah ibadah yang mengajukan surat tersebut.

“Nantinya, para Camat akan dibantu Babinsa, Babinkantibmas dan Perbekel untuk memastikan apakah keadaan di lapangan sudah sesuai dengan apa yang diajukan, sejauh ini kami sudah menerima 33 rumah ibadah yang mengajukan surat permohonan,” jelasnya.

Gede Suyasa juga menegaskan pihaknya akan mencabut surat rekomendasi aman covid-19 bila mana nantinya ada temuan atau laporan jiika dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Agama dan Surat Edaran Gubernur Bali.

Hal tersebut sebagai bukti pengurus rumah ibadah yang tidak bisa menjabarkan protokol kesehatan covid.

“Setelah nanti diberikan surat keterangan, kemudian dari kondisi di lapangan pelaksanaannya bertentangan dengan surat edaran, maka kita hentikan dan cabut surat rekomendasinya. Karena pengurus rumah ibadah tidak bisa menjabarkan protokol covid,” Tegasnya.

Dalam penyelenggaraan GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng rapat koordinasi dilaksanakan bersama para Camat se-Kabupaten Buleleng di Ruang Kerja Sekda Buleleng.

Rapat yang dipimpin Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris GTPP Kabupaten Buleleng ini juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng Putu Karuna,SH, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana,SH.,MH, Satpol PP, Kepala Bagian Pemerintahan Dewa Made Ardika, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Buleleng Ketut Suwarmawan,S.Stp.,MM,

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of