Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBadungTangkap Buronan Interpol, 16 Petugas Imigrasi Dapat Penghargaan

Tangkap Buronan Interpol, 16 Petugas Imigrasi Dapat Penghargaan

MANGUPURA, balipuspanews.com – Sukses menangkap buronan interpol, sebanyak 16 petugas Imigrasi dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dan Imigrasi Ngurah Rai menerima penghargaan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Silmy Karim, pada Minggu (2/7/2023) sore.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan guna mengapresiasi kinerja para petugas Imigrasi yang telah berhasil meringkus buronan interpol asal Kanada berinisial SG (50). Buronan SG merupakan terduga tindak pidana pemalsuan dan penipuan di Kanada.

Menurut Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim di tengah acara di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Ditjen Imigrasi mengapresiasi kinerja anggota imigrasi yang berhasil mengamankan WNA subjek Red Notice Interpol. Hal ini merupakan kerja sama yang baik antara Imigrasi, Polri dan NCB Interpol dalam pengamanan buronan internasional tersebut.

“Semoga penganugerahan penghargaan ini menyulut motivasi petugas imigrasi terkait dan rekan-rekan sejawat di imigrasi sehingga semakin terpacu untuk memberantas kejahatan transnasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penangkapan SG berawal ketika dirinya dihubungi oleh perwakilan Pemerintah Kanada mengenai warga negara Kanada subjek red notice yang sudah tiga tahun berada di Indonesia. WNA tersebut telah melakukan tindak pidana di negaranya.

BACA :  Sambut Karya Purnama Kasa, Aktivitas Pendakian Lewat Jalur Pura Pengubengan Ditutup Sementara

Kemudian, SG diamankan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai dalam kegiatan patroli keimigrasian atas perintah Dirjen Imigrasi pada 19 Mei 2023 di sebuah villa di kawasan Canggu, Kuta Utara.

“Indonesia bukan tempat pelarian atau tempat berlindung WNA buronan dari luar negeri. Kita akan terus operasi WNA subjek red notice yang menetap di Indonesia,” tegas Silmy.

Sebagaimana diketahui, SG masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 18 Maret 2020 menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Terakhir, SG memegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor yang berlaku hingga 30 Desember 2024.

Pada 31 Mei 2023, Imigrasi Ngurah Rai berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada di Indonesia untuk memproses pendeportasian SG. Pendeportasian dilakukan pada hari Minggu, 4 Juni 2023 melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia sejatinya sudah terintegrasi dengan Interpol Global Police Communication System (IGCS). ICGS ini adalah jaringan komunikasi global interpol yang bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.

BACA :  Kurang 9.928 Dukungan, Kari Subali - Ismaya Optimis Lolos Jalur Independen

“Ditjen Imigrasi masih terus melakukan peningkatan sistem keamanan perlintasan agar pengawasan WNA berjalan dengan semakin efektif dan efisien,” ungkap Silmy mengakhiri.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular