Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBulelengTari Rejang Iringi Bhakti Penganyar Pemkab Buleleng di Pura Agung Besakih

Tari Rejang Iringi Bhakti Penganyar Pemkab Buleleng di Pura Agung Besakih

BULELENG, balipuspanews.com– Tarian Rejang yang ditarikan oleh delapan pegawai Sekretariat Daerah (Setda) mengiringi Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Pura Agung Besakih, Rabu (3/4/2024) dalam rangka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Delapan pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Buleleng dengan anggun membawakan tarian tersebut. Mengantarkan prosesi persembahan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana beserta Ny. Paramita Lihadnyana, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.

Rangkaian upacara bhakti penganyar di puput oleh Ida Pedanda Bukit Kemenuh dari Griya Singarata, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Ratusan umat Hindu memadati Pura Agung Besakih untuk menyaksikan prosesi Bhakti Penganyar ini. Upacara ini merupakan wujud sradha bhakti Pemkab Buleleng kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para dewa-dewi yang beristana di Pura Agung Besakih.

Pj Bupati Lihadnyana menjelaskan pelaksanaan bhakti penganyar ini merupakan wujud bakti dan penghormatan terhadap Ida Bhatara-Bhatari yang beristana di Pura Agung Besakih. Sekaligus memohon keselamatan serta kesejahteraan bagi alam semesta.

BACA :  Diserang DB, Anak 6 Tahun di Klungkung Meninggal

“Kita bersama-sama memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa khususnya Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Agung Besakih. Agar Beliau menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi umat semuanya baik itu di Buleleng maupun Bali pada umumnya,” jelasnya.

Pj Bupati yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini mengatakan selain sebagai wujud bakti dan penghormatan, bhakti penganyar ini juga merupakan salah satu upaya Pemkab Buleleng untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan tuhan dan alam semesta.

“Upacara ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas limpahan karunianya kepada masyarakat Buleleng,” kata Lihadnyana.

Pihaknya pun mengungkapkan bhakti penganyar di Pura Agung Besakih ini merupakan salah satu bukti komitmen Pemkab Buleleng dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali. Upacara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan spiritual antara Pemkab Buleleng dengan masyarakat Hindu di Bali.

“KIta sangat menghargai dan selalu berupaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Oleh karena itu, kita haturkan bhakti penganyar ini untuk juga memperkuat hubungan spiritual Buleleng dengan masyarakat Bali lainnya,” ungkap pejabat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu ini.

BACA :  Memanusiakan Manusia, Pemprov Kremasi 11 Jenazah Terlantar

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular