Terbangkan Drone di Air Terjun Nungnung, Staf Kominfo Badung Hilang Terseret Arus

- Advertisement -
- Advertisement -

MANGUPURA, balipuspanews.com – Staf kontrak Kominfo Kabupaten Badung, I Made Gede TPY,19, terseret arus deras Air Terjun Nungnung yang terletak di Banjar Nungnung, Desa Pelaga, Petang, Badung, pada Kamis 11.00 WITA. Pria yang tinggal di Jalan Seroja, Sengguan, Kedaton, Denpasar Timur itu sebelumnya terpeleset saat akan mengambil drone yang jatuh di air terjun.

Menurut Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma, korban I Made Gede TPY merupakan staf kontrak Kominfo di Kabupaten Badung, bagian media dan publikasi. Saat kejadian, korban bersama rekan-rekannya sesama di Kominfo, yakni, Ida Bagus Gede W,32, tinggal di Padang Luwih, Desa Dalung, Kuta Utara, dan I Made KTAG, asal Br. Bunutan, Kedewatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Saksi Gede Widnyana menuturkan, sekitar pukul 11.00 WITA, mereka berada di Air Terjun Nungnung sambil menerbangkan drone di seputaran air terjun. Tapi tiba-tiba drone tersebut terjatuh ke aliran sungai.

Melihat drone terjatuh, saksi bersama I Made KTAG dan korban berinisiatif turun ke tempat jatuhnya drone tersebut. Namun setelah menemukan posisi jatuhnya drone, korban tiba-tiba terpeleset jatuh ke celah bebatuan yang dialiri air deras.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

“Melihat temannya tersebut terjatuh, para saksi mencoba menolong korban,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan saksi I Made KTAG, ia melihat korban sedang mencari-cari drone di celah-celah bebatuan. Tapi tiba-tiba saja korban terdorong arus dan terpeleset. Para saksi mencoba menolong, namun seketika korban langsung tertarik arus di celah bebatuan.

Di saat mencari, kedua saksi sempat melihat tangan korban memegang bambu. Sontak saksi mengambil ranting panjang dan mencoba memberikan ke korban. Tapi karena arus deras, ranting tersebut tidak bisa diberikan ke korban.

Sejumlah warga lokal datang memberikan bantuan dengan membawa tali. Korban pun sempat memegang tali tersebut. Untuk mencegah air deras ke arah korban, beberapa warga berusaha membelah arus air dengan menutup dari bebatuan.

Namun, saat tali ditarik dengan maksud menarik korban, ternyata tali menyangkut di bebatuan sehingga korban belum bisa diselamatkan. Korban langsung menghilang di tengah arus deras.

Sekitar pukul 14.00 WITA, Tim SAR gabungan tiba dilokasi dan melakukan pencarian. Namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WITA, pencarian sementara dihentikan karena situasi gelap tidak ada lampu penerangan.

BACA :  Perlu Basis DTSEN Representatif dan Afirmasi di Daerah 3T

Apalagi, air terlihat sudah meninggi dan deras serta menjaga keselamatan petugas Pencarian.

“Pencarian akan dilanjutkan besok Jumat 23 Mei 2025 pagi,” pungkasnya.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular