CHINA, BALIPUSPANEWS.com – Sebuah penemuan arkeologi yang mengejutkan telah mengguncang dunia sejarah setelah para arkeolog menemukan jaringan terowongan kuno di bawah sebuah kota berusia 4.500 tahun di China. Kota Batu Houchengzui di wilayah Mongolia Dalam, yang selama ini dikenal sebagai situs prasejarah, ternyata menyimpan sistem pertahanan bawah tanah yang rumit dan maju, jauh melampaui dugaan para ahli.
Ekspedisi yang dilakukan oleh Chinese Academy of Social Sciences mengungkap adanya enam terowongan yang saling berpotongan, terbentang dari kedalaman 1,5 hingga 6 meter di bawah permukaan tanah. Terowongan-terowongan ini memiliki tinggi sekitar 1-2 meter dan lebar 1,5 meter, cukup untuk dilalui oleh satu orang. Bekas pahatan pada dindingnya menunjukkan bahwa terowongan ini dibuat secara manual menggunakan perkakas batu.
Para arkeolog meyakini terowongan ini memiliki fungsi ganda: sebagai jalur transportasi dan, yang lebih penting, sebagai elemen vital dalam strategi pertahanan kota. Beberapa terowongan bahkan membentang di bawah benteng pertahanan tiga lapis yang kokoh, memungkinkan penduduk atau tentara untuk bergerak secara rahasia, menghindari pengepungan, atau bahkan melancarkan serangan kejutan.
Penemuan di Houchengzui, yang berasal dari Periode Longshan (sekitar 2500-1900 SM), menjadi bukti nyata tingkat kecerdasan dan perencanaan strategis yang tinggi dari peradaban Neolitik akhir di China. Sistem pertahanan yang rumit ini menunjukkan bahwa perlindungan militer dan perkotaan menjadi prioritas utama pada masa itu.



