Terpilih jadi Legislator Bali, Mantan Wartawan Ngantor pakai Motor

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Terpilih menjadi anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Gianyar, Mantan Wartawan, I Made Rai Warsa memilih mengendarai sepeda motor bernopol DK 6363 FC ketika menjalankan tugasnya menjadi wakil rakyat di Kantor DPRD Provinsi  Bali.

“Ya jangan diekspose nanti dibilang pencitraan lagi,” kata Rai Warsa ketika diphoto saat mengendarai sepeda motor hendak pulang usai menerima aliansi mahasiswa dan masyarakat Bali Anti Korupsi yang menyalurkan protes tolak revisi UU KPK di Gedung DPRD Bali, Kamis (12/9/2019).

Lebih jauh, kata Rai yang saat ini menjadi politisi PDI Perjuangan itu mengatakan secara blak-blakan apa yang dilakukan bukan pencitraan, melainkan alasan nyaman, praktis, sehingga di jalan sing perlu susah nyari parkir atau tidak susah mencari parkir.

“Ya intinya efesiensi waktulah,” katanya.

Ketika ditanya apalah terus menerus akan mengendarai sepeda motor setiap bertugas ke kantor DPRD Bali, Rai Warsa asal Payangan, Gianyar ini mengatakan tergantung situasi dan kondisi.

“Tergantung situasi kondisi, kalau hujan angin pakai mobilah,” cetusnya.

BACA :  Fraksi Golkar DPRD Bali Soroti Belanja dan Pendapatan dalam Perubahan APBD 2026

Dilain sisi, sepeda motor bernopol DK 6363 FC yang dikendarainya itu memang motor kenangannya sejak bekerja di Radar Bali ketika berkantor di Jalan Imam Bonjol.

“Motor ini saya beli dengan mencicil,” ucapnya.

Seperti diketahui pada tahun 1989, Rai Warsa memulai menjadi seorang wartawan di salah satu koran yang bernama Bali Nusra waktu itu. Dia juga sempat berhenti di sana dan loncat menjadi penulis di koran mingguan yang diterbitkan koran harian Bali Post. Setelah itu dia kembali lagi ke Bali Nusra pada tahun 1995. “Saya berhenti di sana pada tahun 2000, dan menjadi “bajing loncat” ke Posmo, yaitu majalah klenik dari Jawa Pos Group. Pada akhirnya tahun 2001 saya bergabung ke Radar Bali (Jawa Pos Group) memulainya dari awal,” terang putra asli Banjar Sema, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku jumlah karyawan yang ada di sana masih sangat terbatas bahkan tidak mencapai 10 orang. Tidak sampai dua tahun menjadi wartawan di Radar Bali ia langsung dipercaya menjadi redpel (Redaktur Pelaksana) hingga menjadi Pimpinan Redaksi (Pimred). Sehingga pada tahun 2012 ia menjadi general manager dan akhirnya menjadi Direktur Radar Bali pada 2013.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Tidak sampai sana, karirnya pun terus melonjak pada tahun 2016 Rai Warsa dipercayai untuk membangun dan mengembangkan Koran Bali Express (Jawa Pos Group) tentunya masih menjadi direktur.(art/bpn/tim)

 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular