Bupati Artha saat meninjau Pameran Inkra.
Bupati Artha saat meninjau Pameran Inkra.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Harapan Pemkab. Jembrana untuk meningkatkan perutaran uang bagi masyarakat dengan menggelar kembali pameran industry kerajinan (Inkra) tidak sia-sia. Terbukti selama 10 hari pelaksanaan pameran di tempat parker Pemkab Jembrana itu transaksi yang terjadi mencapai Rp.1.78 miliar.

Sejak dibuka oleh Bupati I Putu Artha, Minggu(11/8) dan ditutup Selasa (20/8) pameran Industri dan Kerajinan serangkaian HUT Kota Negara ke-124 dan HUT RI ke -74, memang setiap hari ramai pengunjung.

Mereka yang datang selain untuk melihat-lihat juga banyak yang membeli berbagai barang hasil UMKM yang dipamerkan.

“Kita tidak menduga kenaikan transaksinya cukup siginifikan seperti ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) pemkab. Jembrana, I Komang Agus Adinata, Rabu(21/8).

Menurutnya traksaski Rp.1,78 miliar itu naik 48 persen dari transaksi pameran Inkra tahun lalu yang mencarai Rp.1,2 miliar. Peserta yang ikut tahun ini tidak hanya dari Jembrana, tapi juga perajin serta UMKM se-Bali yang semuanya berjumlah 131 UKMK.

“Pantauan kami sejak dibuka warga masyarakat sangat antusias. Pameran juga menampilkan hasil karya – karya kreatif masyarakat lokal. Termasuk untuk usaha kuliner Kalau di rata-ratakan dalam setiap harinya transaksi penjualan disana menembus Rp. 30 sampai 43 juta, “tegasnya.

Meski pameran Inkra tahun ini dinilai sukses karena peningkatan transaksi, Adinata mengaku akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap para pengerajin lokal yang ada di Kabupaten Jembrana. “Kita cukup puas karena selama berlangsungnya pameran industri ini berjalan dengan baik bahkan ada kenaikan transaksi. Tapi berbagai upaya konkrit akan tetap kami lakukan, khususnya pendampingan kepada pengerajin.

Seperti selama pelaksanaan pameran ternyata pengerajin terutama untuk di stand pakaian dan kuliner masih berorientasi menjual saja. Padahal pameran sejatinya sebagai ajang promosi. “Semestinya tiap stand melengkapi identitas jelas, seperti kartu nama atau brosur terhadap usaha yang dilakoninya. Dengan identitas yang lengkap itu konsumen tidak hanya akan bertransaksi saat pameran saja tapi juga diluar waktu pameran berlangsung,”ujarnya.

Kepada pelaku usaha di Jembrana, diharapkan terus berinovasi dan menggiatkan promosi sehingga mampu bersaing dengan pelaku usaha lainya.

Pelaku usaha khususnya pengerajin local ini agar terus berinovasi, menciptakan ide dan gagasan-gagasannya dengan tetap memperhatikan bagaimana trend.

“Sehingga mampu bersaing tidak hanya di pasar local bahkan juga nasional bahkan sampai internasional sehingga perekonomian mereka akan meningkat, “pungkasnya. (nm/bpn/tim)