Usai Punggung Dikerok Karena Sesak Nafas, Satpam Mendadak Meninggal

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Sani Riaman, 49, merenggang nyawa setelah punggungnya dikerok oleh temannya di kamar kos yang terletak di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, Minggu (25/10/2020) pagi. Sebelumnya, pria asal Jember, Jawa Timur itu mengeluh sesak nafas usai mencuci mobil.

Saksi yang mengerok punggung korban yakni Martin Damga Mesa menerangkan, pagi sekitar pukul 08.30 Wita, korban pulang kerja dan minta tolong punggungnya dikerok.

Korban mengaku mengalami sesak nafas usai melap mobil dan juga muntah-muntah.

“Korban ini security baru pulang habis kerja malam. Ia minta dikerok ke temannya karena sesak nafas,” ujar sumber, Minggu (25/10/2020).

Saksi buruh proyek itu kemudian memijat korban dan membuatkan susu. Namun mendadak korban terjatuh dari tempat duduknya dan direbahkan di kamar. Saksi lalu mencari obat tapi terlihat korban lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Seketika penghuni kamar kos panik. Polisi datang bersama tim medis dan mengevakuasi korban sesuai protokol kesehatan yakni mengenakan pakaian APD.

“Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah,” ujar sumber.

BACA :  Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan dan Tiga Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Sementara Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat AKP Andi Muhamad Nurul Yaqin membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima informasi dari para saksi bahwa korban mengeluh sakit sesak nafas.

“Korban awalnya sakit sesak nafas namun setelah dikerok meninggal dunia. Jenazah sudah dibawa ke RSUP Sanglah,” terang AKP Yaqin.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular